Raih Apresiasi, Kisah Anggota Polisi Sisihkan Gaji untuk Pembangunan Masjid

Eni Eka Wisda, telisik indonesia
Minggu, 25 April 2021
0 dilihat
Raih Apresiasi, Kisah Anggota Polisi Sisihkan Gaji untuk Pembangunan Masjid
Panit Sabhara Polsek Mandonga, Aipda Muhammad Faisal bersama pengurus Masjid Jannatul Baqi. Foto: Eni/Telisik

" Di situ saya tertarik membeli tanahnya, sehingga saya lalu membuat kandang ayam di tanah tersebut. Tapi saat itu daerah sini belum ramai atau belum ada pemukiman "

KENDARI, TELISIK.ID - Masjid Jannatul Baqi merupakan salah satu masjid unik yang ada di Kota Kendari, pasalnya pembangunan masjid ini di pelopori seorang polisi yang selalu menyisihkan uangnya setiap bulan.

Bahkan, diketahui lokasi pembangunan masjid tersebut dari bekas tempat kandang ayam.

Pengelola Masjid Jannatul Baqi, yang juga selaku Panit Sabhara Polsek Mandonga, Aipda Muhammad Faisal menjelaskan, awal mula pembangunan masjid ini dari salah seorang masyarakat Kota Kendari yang menawarkan tanahnya untuk dijual.

"Di situ saya tertarik membeli tanahnya, sehingga saya lalu membuat kandang ayam di tanah tersebut. Tapi saat itu daerah sini belum ramai atau belum ada pemukiman," katanya, Jumat, (23/4/2021).

Faisal mengungkapkan, seiring berjalannya waktu ia pun berniat membangun sebuah masjid di tanah tersebut, tetapi pada saat itu masih banyak hambatan.

"Saya sempat ngomong sama warga, kalau ada donatatur yang mau mendirikan masjid, saya siap mewakafkan tanah saya, tapi saat itu belum ada harapan," ucapanya.

Menurutnya, awal tahun 2020, Faisal mengaku dihubungi salah satu warga, bahwa ada program pemerintah kota.

"Saya diberitahukan bahwa pemerintah mencari warga yang ingin mewakafkan tanahnya, saya senang sekali, dan saya langsung mengatakan ia atur saja panitia pembangunan masjid saat itu," bebernya.

Sejak pembangunan masjid di mulai tahun 2020, ia selalu menyisisihkan setiap bulan gajinya untuk membantu pembangunan masjid Jannatul Baqi ini.

Masjid Jannatul Baqi, Kota Kendari. Foto: Eni/Telisik

 

"Kalau hitung-hitungan persen tidak bisa saya pastikan, namun saya pelopor utama dari awal mencari donatur dari Hamba Allah yang saya  kenal baik termasuk dapat sumbangan, pinjam pakai alat berat excavator untuk meratakan tanah," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengaku menitip amanah kepada warga setempat untuk pemberian nama masjidnya, dengan nama Masjid Jannatul Baqi.

"Sehingga terbentuklah nama Masjid Jannatul Baqi. Saya beri nama itu karena daerah di sini dekat dengan perkuburan atau pemakaman, dan waktu ke Arab saya melihat pemakaman Jannatul Baqi," terangnya.

Ia menambahkan, atas inisiatifnya dalam mempelopori pembangunan Masjid Jannatul Baqi dari yang sebelumnya tempat kandang ayam, ia pun mendapatkan apresiasi dari banyak pihak.

"Alhamdulillah atas pembangunan masjid ini, saya mendapatkan apresiasi berupa sertifikat penghargaan dari DPRD Sultra, Dewan Masjid Indonesia Sultra, MUI Sultra, PWNU Sultra,

Wali Kota Kendari, termasuk dari Polres Kendari," tutupnya.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Lalodati, Sitti Aisyah (45) mengatakan, dengan adanya pembangunan masjid ini ia sangat bersyukur walaupun tempatnya dari bekas kandang ayam.

"Kita beribadah sudah dekat dan saya bersyukur salah satu masyarakat Kota Kendari Pak Faisal, mau mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid," katanya.

Selain itu, Sitti Aisyah mengungkapkan, melalui Masjid Jannatul Baqi, apalagi di bulan Ramadan, ia mengajak untuk berlomba-lomba mencari pahala.

"Saya mengajak untuk semua warga baik yang ada di sekitar Masjid Jannatul Baqi, mari kita sama-sama memakmurkan masjid ini," terangnya.

Ketua Tim Relawan Jumat Berkah Masjid Jannatul Baqi, Rini Madin (41) mengatakan, sudah satu tahun pihaknya melaksanakan program Jumat Berkah.

"Saya sangat bersyukur sekali bisa mengajak masyarakat dan anak-anak untuk berlomba-lomba datang ke masjid ini," katanya.

Kata Rini, di bulan Ramadan ini pihaknya melakukan buka bersama dengan masyarakat setempat.

Baca Juga: Kisah Noe Letto jadi Ateis Sebelum Memeluk Islam

Selain itu, pengurus Masjid Jannatul  Baqi, Wahid Nur Salim mengatakan, adanya masjid ini merupakan suatu kebanggaan yang sangat luar biasa bagi masyarakat setempat.

"Inilah sangat dibutuhkan oleh masyarakat Umpungeng yang sudah 10 tahun mengharapkan dan merindukan tempat ibadah," katanya.

Ia sangat terharu karena masjid tersebut dari tempat kandang ayam yang di sulap menjadi sebuah tempat ibadah umat Islam.

"Marilah masjid ini kita rawat, kemudian kita makmurkan karena membangun masjid itu gampang tetapi memakmurkannya yang agak susah," tutupnya. (A)

Reporter: Eni Eka Wisda

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga