Dianggap Simbol Kejahatan Amerika, Korut Larang Warganya Pakai Celana Jeans

Ibnu Sina Ali Hakim

Reporter

Kamis, 13 Januari 2022  /  4:16 pm

Pemerintah Kim Jong Un larang warga pakai cela jeans. Foto: Sonora.id

PYONGYANG, TELISIK.ID - Korea Utara merupakan negara yang berada di Asia Timur, yang meliputi bagian utara Semenanjung Korea.

Korea Utara juga merupakan sebuah negara yang sangat tertutup dan jarang terekspos keadaanya oleh negara lain.

Maka tak heran jika Korea Utara memiliki segudang peraturan di dalamnya, bahkan hingga ke peraturan aneh dan tak masuk akal.

Dilansir Jurnalsoreanh, salah satu peraturan aneh di Korea Utara adalah setiap warganya dilarang menggunakan celana jeans.

Padahal di era sekarang celana jeans sangatlah digandrungi oleh setiap orang karena menunjang penampilan menjadi lebih cantik dan sexy.

Namun hal tersebut tak berlaku di Korea Utara, para warganya diperintah menggunakan baju yang anggun.

Bahkan tak jarang mereka menggunakan baju seperti tahun 1940-an, mereka juga mengenakan baju militer saat bekerja.

Mungkin kalian penasaran bukan, kenapa penggunaan celana jeans dilarang di Korea Utara.

Hal tersebut disebabkan oleh pemerintah Korea Utara yang menganggap celana jeans adalah simbol Amerika Serikat.

Baca Juga: Pertama di Dunia, Jantung Babi Dipindahkan ke Tubuh Manusia

Tak hanya itu, Korea Utara juga menganggap celana jeans adalah simbol kejahatan dari Amerika Serikat.

Bagi mereka yang melanggar peraturan akan larangan dalam menggunakan celana jeans, maka akan dikenakan sanksi.

Mereka akan dikenakan sanksi penjara serta celana jeans yang mereka miliki akan disita oleh pemerintah Korea Utara.

Dilansir Liputan6.com, Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, meluncurkan seruan baru agar barang-barang semacam itu dijauhkan karena takut membuat negara "runtuh seperti tembok lembap".

"Sejarah mengajarkan kita pelajaran penting bahwa sebuah negara bisa menjadi rentan dan akhirnya runtuh seperti tembok lembap terlepas dari kekuatan ekonomi dan pertahanannya jika kita tidak berpegang pada gaya hidup kita sendiri," demikian bunyi dalam editorial akhir pekan lalu.

Baca Juga: Deretan Kota Paling Berdosa di Dunia, Dipenuhi Seks, Judi dan Narkoba

"Kita harus waspada bahkan pada tanda sekecil apapun dari gaya hidup kapitalistik dan berjuang untuk menyingkirkannya," katanya. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Kardin