Dikbud Sulawesi Tenggara Dukung Seluruh Sekolah Terapkan Merdeka Belajar Tahun 2024

Nur Khumairah Sholeha Hasan

reporter

Rabu, 29 November 2023  /  1:55 pm

Kepala Dinas Dikbud Sulawesi Tenggara dukung seluruh sekolah terapkan Program Merdeka Belajar di tahun 2024. Foto: Kolase

KENDARI, TELISIK.ID - Mendukung program Merdeka Belajar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara mantapkan program merdeka belajar pada 2024 mendatang.

Program ini adalah inisiatif pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk memberikan keleluasaan dan fleksibilitas lebih kepada siswa dalam menentukan jalannya aktivitas belajar mengajar.

Kepala Bidang Pembinaan SMK/Pendidikan Khusus, Johanes H Bawondes menuturkan, program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memberikan akses yang lebih luas terhadap pendidikan berkualitas, serta meningkatkan daya saing siswa di tingkat global.

Merdeka belajar memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyesuaikan gaya belajar mereka sendiri, memilih mata pelajaran, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, dan memanfaatkan sumber belajar yang beragam sesuai dengan minat dan potensi mereka.

Kepala Bidang Pembinaan SMK/Pendidikan Khusus, Johanes H Bawondes. Foto: Ist.

 

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan peran serta komunitas dalam mendukung pendidikan. Kurikulum merdeka belajar adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Dengan kurikulum ini maka pembelajaran akan lebih maksimal agar peserta didik memiliki waktu yang cukup untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya.

Melalui kurikulum ini, maka guru dapat memilih perangkat terbuka untuk menyesuaikan kebutuhan belajar dan minat dari masing-masing peserta didik. Kurikulum baru 2021 ini nantinya akan digunakan untuk seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA/SMK maupun Pendidikan Khusus dan Kesetaraan.

Baca Juga: 25 Sekolah Dapat Program Vokasi BLUD SMK dari Dikbud Sulawesi Tenggara

Mengutip Wikipedia.com, merdeka belajar adalah program kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Merdeka belajar menuntut guru untuk memahami suatu konsep sebelum mengajar siswa. Tanpa pemahaman ini, pembelajaran bisa terhambat.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menerapkan Program Merdeka Belajar (PMB) sejak 2021 lalu. Foto: Repro Kompas.com

 

Terdapat perbedaan dari Merdeka Belajar dengan kurikulum sebelumnya. Kurikulum ini menjadi opsi tambahan dalam rangka pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Selain itu, Kemendikbud Ristek juga akan melakukan pengkajian ulang pada tahun 2024 mendatang.

Proyek untuk memperkuat pencapaian profil pelajar Pancasila kemudian dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Proyek tersebut tidak ditujukan untuk mencapai target pembelajaran tertentu. Dengan demikian, tidak akan terikat pada konten mata pelajaran tertentu juga.  

Karakteristik merdeka belajar

Merdeka belajar dikembangkan dengan lebih fleksibel dan fokus pada materi esensial serta pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Pembelajaran yang digunakan berdasarkan proyek untuk mengembangkan soft skill dan karakter sesuai dengan profil belajar Pancasila. Fokus terhadap materi esensial sehingga terdapat waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar.

Adapun beberapa tujuan merdeka belajar di antaranya:

1. Memberikan fleksibilitas: Memberikan ruang lebih pada siswa dan guru untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai kebutuhan dan minat.

2. Peningkatan kualitas pembelajaran: Mendorong pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif.

3. Pemberdayaan sekolah: Mendorong otonomi sekolah dalam mengatur proses pembelajaran.

4. Pemberian akses luas: Memastikan akses pendidikan yang lebih luas bagi siswa di seluruh Indonesia.

5. Peningkatan kompetensi guru: Memberikan kesempatan bagi guru untuk mengembangkan keterampilan dan profesionalisme mereka.

Baca Juga: Kepala Dinas Dikbud Sulawesi Tenggara: Siswa Harus jadi Pemilih Cerdas

Keunggulan program merdeka belajar bagi guru dan siswa:

1. Fleksibilitas kurikulum: Guru dapat menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan siswa dan kondisi lokal.

2. Peningkatan keterampilan personal: Siswa dapat mengembangkan keterampilan soft skills seperti pemecahan masalah, kreativitas, dan kecakapan interpersonal.

3. Kesempatan belajar yang lebih luas: Guru dan siswa memiliki akses ke beragam sumber belajar, termasuk daring (online) maupun luring (offline).

4. Pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk: Menyediakan pendekatan pembelajaran yang mengakomodasi berbagai jenis kecerdasan yang dimiliki siswa. (B-Adv)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS