Disiplin ASN Diperketat, Pemkot Kendari Catat Efisiensi Anggaran Rp 1,3 Miliar dari Reformasi Sistem Kerja
Reporter
Minggu, 14 Juni 2026 / 8:17 pm
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dorong disiplin ASN, efisiensi anggaran meningkat. Foto: Ist.
KENDARI, TELISIK.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mencatat capaian efisiensi anggaran yang signifikan dari penerapan penguatan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) dan digitalisasi sistem kerja birokrasi.
Hingga April 2026, total penghematan anggaran daerah dilaporkan menembus lebih dari Rp 1,3 miliar.
Efisiensi tersebut berasal dari dua komponen utama, yakni penghematan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN serta pengurangan biaya administrasi absensi manual di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Pemerintah daerah menyebutkan bahwa perubahan sistem pengawasan kehadiran menjadi faktor utama dalam penyesuaian tersebut.
Baca Juga: Imigrasi Kendari Hadirkan Layanan PASPORIA saat CFD di Eks MTQ
Tercatat, penghematan pembayaran TPP mencapai Rp 897.342.783 dalam periode Januari hingga April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi ini terjadi karena sistem kehadiran ASN kini dipantau secara lebih akurat, sehingga pembayaran TPP disesuaikan dengan tingkat disiplin masing-masing pegawai.
Selain itu, Pemkot Kendari juga menghemat anggaran sekitar Rp 470 juta per tahun. Anggaran tersebut sebelumnya digunakan untuk honorarium admin absensi manual di seluruh OPD.
Setelah sistem absensi terintegrasi diterapkan, pencatatan kehadiran ASN dilakukan secara otomatis tanpa perlu tenaga admin khusus di setiap unit kerja.
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menegaskan bahwa kebijakan peningkatan disiplin ASN merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.
Baca Juga: Informa Kendari Tebar Cashback hingga Rp 6 Juta dan Double Point Rewards
“Pemerintah ingin memastikan setiap hak yang diterima ASN sejalan dengan kewajiban yang dilaksanakan. Disiplin kerja yang baik akan berdampak pada peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (14/6/2026).
Menurut dia, efisiensi anggaran yang dihasilkan tidak berhenti pada aspek penghematan, tetapi akan dialihkan untuk mendukung program prioritas daerah, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan pembangunan.
Pemerintah Kota Kendari juga terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam sistem birokrasi. Langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan budaya kerja yang lebih tertib, terukur, serta berbasis data dalam setiap pengambilan keputusan.
Dengan total efisiensi yang telah mencapai lebih dari Rp 1,3 miliar, Pemkot Kendari mencatat bahwa penerapan disiplin ASN dan sistem digitalisasi absensi memberikan dampak langsung pada pengelolaan anggaran daerah yang lebih terkontrol dan sistem kerja yang lebih tertata. (D-Adv)
Penulis: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS