Harga Telur Naik, Pedagang Tetap Bertahan dengan Strategi Cerdas
Reporter
Jumat, 18 Juli 2025 / 1:54 pm
Meski harga telur naik, pedagang tetap bertahan dengan berbagai strategi, Kamis (17/7/2025). Foto: Galang/Telisik.
KENDARI, TELISIK.ID - Kenaikan harga telur ayam yang terjadi belakangan ini mulai dirasakan bukan hanya kepada pelanggan, tetapi juga para pedagang di Kota Kendari.
Salah satu pedagang yang ditemui di Kelurahan Anawai, Kecamatan Wuawua, Erniyanti (30), mengaku telah berjualan telur selama kurang lebih 7 tahun.
Menurut Erniyanti, naik turunnya harga telur sangat bergantung pada harga dari pihak distributor atau peternak.
"Kalau harga dari distributor naik, kami juga terpaksa menaikkan harga. Itu tergantung dari pihak sana juga, kadang karena harga pakan naik atau faktor lainnya," ujarnya saat ditemui, Kamis (17/7/2025).
Kendati demikian, Erniyanti mengatakan belum pernah mengalami kendala soal ketersediaan stok telur. "Tidak, untuk stok sejauh ini aman," tambahnya.
Namun, tak bisa dipungkiri bahwa kenaikan harga kerap memicu reaksi beragam dari pelanggan.
"Sudah biasa, kadang ada pembeli yang mengatakan harganya mahal, bahkan ada juga yang bilang terlalu mahal," ucapnya.
Baca Juga: Harga Telur di Kendari Melonjak Naik hingga Rp 10 Ribu
Untuk menyiasati kondisi tersebut, Erniyanti menerapkan strategi dengan mengelompokkan harga berdasar ukuran telur. Biasanya dalam satu ikat terdapat tujuh rak telur, yang berisi telur dengan berbagai ukuran, mulai dari kecil, sedang, besar, hingga jumbo.
"Jadi, kami mengatur harganya sesuai ukuran masing-masing, misalnya yang kecil seharga Rp 50.000 dan yang sedang Rp 53.000 per rak," jelasnya.
Meski dihadapkan dengan ketidakstabilan harga dan komentar dari pelanggan, Erniyanti tetap menjalankan usahanya dengan konsisten demi menunjang kebutuhan masyarakat akan bahan pangan pokok ini. (C)
Penulis: Galang
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS