Jembatan Rusak di Desa Dimba Konawe Kepulauan Bahayakan Pengendara, Masyarakat Nilai Kinerja Pemerintah Tak Becus

Herdin Hidayat

Reporter

Sabtu, 04 April 2026  /  9:23 pm

Jembatan rusak di Desa Dimba, Kecamatan Wawonii Timur Laut, Kabupaten Konawe Kepaluan. Foto: Herdin Hidayat/Telisik

KONAWE KEPULAUAN, TELISIK.ID - Kondisi jembatan penghubung Desa Dimba dan Desa Ladianta di Kecamatan Wawonii Timur Laut, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) mengalami kerusakan.

Kepala Desa Dimba, Asran mengaku, kondisi jembatan tersebut telah memicu gelombang keluhan dari masyarakat. Ia menjelaskan, perbaikan yang dilakukan selama ini tidak bertahan lama karena konstruksi dasar jembatan yang kurang memadai untuk menghadapi kondisi alam setempat.

"Memang masyarakat banyak mengeluh soal rusaknya jembatan itu. Jembatan ini sudah berapa kali rusak dan sudah pernah diperbaiki, tapi rusak lagi," ujar Asran saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2026).

Menurut Asran, solusi teknis yang dibutuhkan bukan sekadar perbaikan permukaan, melainkan penguatan pada fondasi utama.

Baca Juga: Rehabilitasi Jalan Poros Siobar di Buton Selatan Ditargetkan Mulai Mei 2026

"Harus dibuatkan bantalan atau pijakan yang kokoh. Tujuannya agar ketika air pasang naik, air tidak lagi merusak atau membuat jembatan itu jebol. Kalau tidak begitu, akan terus rusak," tegasnya.

Senada, salah seorang warga, Sudarmin, mengungkapkan kekesalannya terhadap penanganan jembatan yang dinilai hanya sekadar tambal sulam. Menurutnya, saat ini kondisi jembatan sudah miring, goyang dan nyaris tenggelam saat air laut pasang.

"Sekarang sudah sangat parah. Kalau air pasang, kendaraan tidak bisa lewat karena air laut masuk sampai batas lutut. Motor dan mobil kecil dipaksakan lewat, tapi kalau truk atau tronton sudah tidak bisa karena konstruksinya goyang sekali," ungkap Sudarmin.

Sudarmin pun menyampaikan desakan mewakili suara masyarakat setempat, agar ada tindakan nyata yang cepat dan tepat sasaran dari otoritas terkait.

"Besar harapan kami agar pemerintah atau dinas terkait segera memperbaiki jembatan ini. Jangan dibiarkan terus seperti ini karena sangat menghambat aktivitas kami," pintanya.

Kekecewaan juga datang dari warga berinisial NA. Ia menilai pemerintah daerah melalui dinas terkait tidak maksimal dalam melakukan pemeliharaan. Bahkan, ia melontarkan kritik pedas mengingat jalur tersebut merupakan akses rutin pejabat daerah.

Baca Juga: Pelajar di Muna Diajak Pahami Sejarah Gua Liangkabori Berisi Lukisan Tertua di Dunia

"Masyarakat sangat kecewa. Jika jembatan tidak cepat diperbaiki, semoga saja ada mobil pejabat yang jatuh (terperosok), jangan masyarakat yang jadi korban. Wakil Bupati juga hampir setiap hari lewat di sini," cetusnya.

Dampak dari kerusakan itu bukan sekadar ancaman kecelakaan, tapi juga hambatan logistik. MW, warga lainnya, membeberkan bahwa pada momen bulan Ramadan lalu sempat terjadi kemacetan panjang akibat insiden di jembatan tersebut.

"Bulan puasa kemarin ada ban mobil tertanam di ujung jembatan. Akibatnya, kendaraan lain tertahan selama kurang lebih tiga jam. Aktivitas warga lumpuh total saat itu," kata MW.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak telisik.id masih berusaha menghubungi pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Konawe Kepulauan untuk mendapatkan keterangan resmi terkait langkah penanganan jembatan tersebut ke depannya. (A)

Penulis: Herdin Hidayat

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS