Kasus DBD Naik 2 Kali Lipat, Pemkab Buton Selatan Lakukan Penanganan Serius

Ali Iskandar Majid

Reporter

Rabu, 20 Maret 2024  /  10:11 pm

Pj Bupati Buton Selatan, La Ode Budiman (kiri) bersama Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, Hasriady (Kanan) saat meninjau desa yang rawan terkena DBD. Foto: Ali Iskandar Majid/Telisik

BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Kasus demam berdarah (DBD) meningkat di Buton Selatan, menjadi dua kali lipat dibanding sepanjang Tahun 2023 yang hanya 25 kasus kini menjadi 50 kasus pada  Maret 2024.

Menanggapi kasus DBD ini, Pemkab Buton Selatan lakukan penangan serius dalam memberantas wabah nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Pj Bupati Buton Selatan, La Ode Budiman pun mengunjungi para pasien anak kasus DBD, baik yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Selatan maupun yang masih dirawat pada Puskesmas Sampolawa.

Hal itu dilakukan untuk memastikan jumlah kasus DBD yang menyerang anak-anak hingga balita di wilayah Kabupaten Buton Selatan.

Dimana wabah penyakit nyamuk demam berdarah hampir tersebar menyeluruh pada tiap-tiap desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Sampolawa, Buton Selatan.

Baca Juga: Cadangan Beras di Buton Selatan Dipastikan Aman hingga Lebaran

Budiman menegaskan, kasus meningkatnya wabah demam berdarah di Buton Selatan harus disikapi dengan cepat dan tepat, pasalnya jika tidak akan berakibat fatal. Untuk itu, pihak meminta baik melalui OPD terkait yakni Dinas Kesehatan maupun pihak puskesmas setempat untuk memberikan penanganan serius terkait DBD ini.

"Hari ini kita melakukan kunjungan dua titik, sesuai informasi kasus pasien rujukan lebih banyak dari kecamatan Sampolawa," ungkapnya kepada Telisik.id, Rabu (20/3/2024).

Lebih lanjut, ia meminta agar melakukan upaya pengendalian seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), fogging dan upaya penyembuhan lain kepada masyarakat dan pemberian abatesasi, serta kerjasama kepada masyarakat sangat penting dalam memberantas sarang nyamuk seperti pembersihan lingkungan.

Ia menambahkan, sangat penting dilakukan koordinasi, komunikasi dan kerjasama dalam melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk serta melakukan kerja bakti secara masal.

Mengingat kasus DBD di Buton Selatan telah masuk pada kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) yang disebabkan oleh jumlah kasus DBD yang naik dua kali lipat lebih cepat dibandingkan pada Tahun 2023 yang hanya terdapat 25 kasus DBD di sepanjang tahun.

Pemkab Buton Selatan langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat agar dilakukan upaya penanganan secara serius.  Dimana pada tiga bulan terakhir di tahun 2024 yakni mulai dari periode Januari hingga Maret, data kasus DBD yang masuk sebanyak 50 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, Hasriady membenarkan terkait temuan kasus DBD yang naik dua kali lipat di Kabupaten Buton Selatan. Kata dia, Kecamatan Sampolawa adalah wilayah yang paling banyak memberikan sumbangsih kasus DBD yakni sebanyak 34 kasus yang tersebar di desa/kelurahan Kecamatan Sampolawa. Sedangkan sisanya tersebar di wilayah Kecamatan lainnya, Kabupaten Buton Selatan.

Sementara pasien anak yang dirujuk ke RSUD Buton Selatan berasal dari Puskesmas Sampolawa. Ia menyebutkan 34 kasus DBD yang terdapat di Kecamatan Sampolawa yang terdiri dari 20 kasus demam berdarah (DBD) dan 14 kasus demam dengue (DD) yang menyerang balita, anak-anak, hingga remaja.

Ia mengungkapkan kondisi anomali cuaca berdampak pada tidak menyeluruh dalam kondisi lingkungan di seluruh daerah, yang bukan hanya saja di Buton Selatan. Hal ini berdampak pada peningkatan kasus DBD, khususnya di Kecamatan Sampolawa.

Sebelumnya, pada Sabtu (16/3/2024), pihaknya bersama puskesmas Sampolawa telah melakukan fogging di daerah yang rawan nyamuk DBD serta melakukan kunjungan ke rumah rumah warga setempat khususnya rumah pasien DBD yang dinyatakan sudah sembuh.

Adapun upaya penanganan yang sudah dilakukan pada Sabtu (16/3/2024) yakni telah dilakukan pengebotan dan perawatan penderita, penyelidikan epidemiologi,  pemberantasan sarang nyamuk, pembagian Abate, penyuluhan fogging, hingga pembagian kelambu, sudah dilakukan.

Namun karena jumlah kasus DBD yang bertambah menjadi dua kali lipat, pembagian kelambu ditambah sebanyak 200 pcs. Kata dia yang mana nantinya masih akan bertambah jumlah pembagian kelambu.

Baca Juga: Curhat Nelayan Buton Selatan Soal Pengelolaan Ikan

Terkait fogging, kata dia, merupakan langkah dalam membunuh nyamuk yang sudah terindikasi terinfeksi. Namun sebelumnya telah didahului dilakukan abatesasi dipenampugan bak air masyarakat serta pemberantasan sarang nyamuk.

Kemudian, ia mengaku sudah diadakan penyuluhan di masyarakat terkait pengurasan tempat yang tergenang air hingga sampah yang berserakan. Serta pemantauan terhadap seluruh pasien yang mengalami gelaja demam dan melakukan advokasi pada pejabat pengambil kebijakan.

Hasriady turut menyampaikan terkait kesiapan dan ketersediaan sarana dan prasarana rawat inap baik yang ada pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Selatan maupun Puskemas Sampolawa sudah memadai.

"Masih banyak lagi intervensi yang akan  dilakukan," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, diketahui Pj Bupati Buton Selatan, La Ode Budiman turut menyalurkan bantuan berupa kelambu kepada para pasien DBD yang dinyatakan sudah sembuh dan warga yang berjarak radius 100 meter dari rumah penderita DBD di Desa Wawoangi, Sampolawa, Buton Selatan. (B)

Penulis: Ali Iskandar Majid

Editor: Fitrah Nugraha

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS