Kecewa pada Penyidik Polres Binjai, Petani Minta Kapolda Sumatera Utara Copot Kasatreskrim

Reza Fahlefy

Reporter Medan

Jumat, 19 Mei 2023  /  7:54 pm

Petani di Kota Binjai berdemonstrasi di Mapolda Sumatera Utara untuk meminta polisi menangkap pelaku penganiayaan dan pengrusakan di Kota Binjai. Foto: Reza Fahlefy/Telisik

MEDAN, TELISIK.ID - Ratusan petani dari Mekar Jaya di Kota Binjai, Sumatera Utara berdemonstrasi di Mapolda Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja KM 10,5 Medan, Jumat (19/5/2023).

Para petani menuntut Kapolda Sumatera Utara agar menangkap terduga pelaku penganiaya, pengrusakan dan perampasan lahan kelompok tani Mekar Jaya yang berada di Binjai Selatan, Kota Binjai.

Koordinator lapangan, Johan Merdeka menilai kinerja Polres Binjai tidak becus. Sebab, ada 33 laporan dari kelompok tani Mekar Jaya yang mangkrak.

Baca Juga: Polda Sumatera Utara Belum Tangkap Big Bos Pengedar Narkoba di Simalungun

"Aneh sekali ini Polres Binjai, laporan kelompok tani tidak ada yang ditindaklanjuti. Polres Binjai Mandul," kata Johan Merdeka.

Terpisah, Ketua tim Hukum kelompok tani Mekar Jaya, Raja Makayasa mengaku, kasus itu sudah berjalan 1 tahun. Dari 33 laporan kelompok tani, tidak satupun berjalan.

"Sangat aneh, istilah no viral no justice sepertinya tidak berlaku dengan Polres Binjai ini. Penegakan hukum juga mangkrak. Jadi, kami minta Kapolri Jenderal Listyo Sigit segera mencopot Kapolres, Kasatreskrim dan Kasatintelkam Polres Binjai. Karena menjalani proses hukum tidak maksimal," ungkapnya.

Selain itu, Raja Makayasa mengaku sudah melakukan gelar perkara atas kasus itu dengan Kasatreskrim Polres Binjai dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara. Tapi, tidak juga ada kejelasan.

"Kami juga heran, sudah gelar perkara dengan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara sudah memerintahkan kepada Kasatreskrim agar menangkap pelaku. Tapi sudah berhari-hari, tidak ada juga yang ditangkap," tegasnya.

Raja Makayasa menambahkan, kelompok tani kecewa dengan kinerja Polres Binjai dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara. Petani berniat untuk menginap di Polda Sumatera Utara.

"Jadi, jika hari ini tidak ada perwakilan dari Polda Sumatera Utara menindaklanjuti aspirasi ini. Kelompok tani akan menginap di Mapolda Sumatera Utara ini," terangnya.

Tim kuasa hukum, Hendra Manatar Sihaloho  menambahkan, mereka sudah berulang kali mendatangi Polres Binjai, namun tidak ada juga kejelasan.

"Aneh sekali Polres Binjai itu, kami sudah berulang kali ke Polres Binjai, tapi tidak ada juga perkembangan," tambahnya.

Selain itu, mereka juga heran dengan penyidik Polres Binjai. Ada satu orang tersangka sudah diamankan berinisal G, tapi akhirnya dilepaskan.

"Kami tidak tahu kenapa dilepaskan pelaku berinisial G. Padahal pelaku ini merupakan pelaku dengan kasus yang sama. Dugaan kami, Polres Binjai menerima gratifikasi dari pihak G atau mewakilinya," terangnya.

Baca Juga: Kapolres, Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Binjai Dilapor ke Propam Polda Sumatera Utara

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Sumaryono ketika dikonfirmasi mengaku, sudah memberikan atensi kepada Kasatreskrim Polres Binjai.

"Sudah saya perintahkan Kasatreskrim untuk menindaklanjuti laporan ini. Saya tegaskan itu," ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi kenapa belum ditangkap juga, Direktur Reserse Kriminal Umum mengaku penyidik sudah bekerja.

"Saat inikan masih proses pengamanan Presiden Jokowi Widodo. Setelah kegiatan pengamanan ini, pasti akan ditindaklanjuti," terangnya. (A)

Penulis: Reza Fahlefy

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS