Kenali Daging Sapi Berkualitas, Serta Tips Penangananya

Putri Wulandari

Reporter Muna Barat

Senin, 10 Mei 2021  /  12:23 pm

Daging sapi yang segar. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID - Jelang lebaran, tentu peminat daging sapi akan meningkat. Olahan daging sapi seperti sate, steak, rendang, gulai dan lain-lain, rasa hidangan akan dipengaruhi oleh kualitas daging.

Memilih daging sapi yang masih segar merupakan salah satu poin utama dalam memasak yang tidak boleh diabaikan.

Ciri-ciri daging  sapi yang segar dan berkualitas baik dapat dilihat dari tekstur, warna, dan aromanya.

Menurut drh. Titah Aprilia Riadian, kualitas daging yang baik antara lain bisa dilihat dari:

1. Warna

Warna merah dan segar (tidak pucat), Ketika membeli daging sapi yang perlu diperhatikan adalah warna.

Namun apabila daging merah dari sapi yang susah hilang saat digosok, maka bisa dikatakan warna merah tersebut berasal dari pewarna.

Baca juga: 5 Tips Atasi Pelecehan Seksual di Ruang Publik

2. Tekstur

Tekstur kenyal. Tekstur daging yang segar saat disentuh akan kenyal dan padat. Pilih daging yang disentuh langsung cepat kembali ke bentuk awal.

Sebaliknya, apabila disentuh sudah mulai lembek dan benyek, dan ketika disentuh maka tak kembali ke bentuk awal, daging tersebut sudah lama berada di ruang terbuka dan kualitas dagingnya rendah.

3. Aroma

Daging segar akan mengeluarkan aroma yang normal khas sapi.

Dirasa aroma khas sapi tidak berlebihan merupakan daging dengan kualitas yang baik. Selain itu pastikan aroma daging sapi tidak menyimpang, amis, menyengat dan asam.

4. Permukaan

Permukaan daging lembab tidak kering dan tidak basah berlebihan dan bersih.

5. Keempukan

Poin terakhir adalah dari keempukan daging sapi segar dan sehat.

Keempukan perlu diperhatikan, karena semakin tua usia hewan, maka semakin liat daging yang dihasilkan.

Apabila daging sapi melenceng dari lima ciri tersebut, maka daging tersebut bisa dikatakan tidak segar dan berkualitas rendah.

Baca juga: Awas, 6 Hal Ini Bisa Merusak Hati

Drh. Titah Aprilia Riadiani juga menyarankan, jika merasa ragu membeli daging karena tidak dapat mengenali daging sehat dan berkualitas, maka belilah daging yang dipotong di RPH (Rumah Potong Hewan), karena di RPH telah melalui pemeriksaan baik ante mortem maupun post mortem oleh petugas yang berwenang.

Apabila membeli daging di luar RPH atau daging beku, pastikan daging dalam kondisi kemasan baik, ber-NKV ( Nomor Kontrol Veteriner)sebagai kontrol pembeli bahwa daging yang dibeli telah memenuhi syarat higien dan sanitasinya, bersertifikat halal.

Selain itu, untuk tips penanganan daging ialah hendaknya membeli daging yang sudah bersih, daging tidak perlu dicuci.

Akan tetapi jika ada mungkin kotoran pada permukaan, bersihkan menggunakan air, tiriskan dan keringkan menggunakan tissue kemudian masukan ke lemari pendingin.

Apabila tidak memiliki lemarI pendingin sebaiknya daging yang dibeli segera dimasak, jika mau dikonsumsi besok hari, dimasukkan di lemari pendingin (refrigenerator).

Untuk penyimpanan jangka panjang, daging dimasukkan di dalam wadah tertutup kemudian masukkan dalam lemari pendingin (freezee).

Sementara yang akan dikonsumsi keesokan harinya, cukup dimasukkan di refrigenerator. (B)

Reporter: Putri Wulandari

Editor: Haerani Hambali

TOPICS