Bos BGN Efisiensi MBG Rp 268 Triliun jika Perang Iran Tak Surut, Berikut Penjelasan Lengkapnya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 18 Maret 2026
0 dilihat
Kepala BGN Dadan Hindayana siapkan efisiensi anggaran MBG Rp 268 triliun respons dinamika global ekonomi. Foto Repro Sekretariat Presiden
" Dadan menegaskan bahwa tidak ada arahan untuk memangkas anggaran program MBG "

JAKARTA, TELISIK.ID - Ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah mulai memengaruhi perhitungan fiskal nasional, termasuk program prioritas pemerintah.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan langkah efisiensi dalam penggunaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp268 triliun. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi dan perekonomian nasional.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa pihaknya telah terlibat dalam pembahasan bersama pemerintah terkait penyesuaian anggaran. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari situasi global yang dinilai dapat memengaruhi stabilitas fiskal Indonesia.
"Kemarin kami ikut rapat dalam harmonisasi anggaran, menyikapi fenomena global terutama terkait energi dan efeknya terhadap ekonomi Indonesia. Dan kita sedang melakukan hitungan-hitungan agar bisa ikut berkontribusi menyikapi krisis yang ada," ujar Dadan di Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (18/3/2026).
Meski demikian, Dadan menegaskan bahwa tidak ada arahan untuk memangkas anggaran program MBG. Ia menyebut langkah efisiensi yang dilakukan lebih bersifat antisipatif dan sebagai bentuk kehati-hatian dalam mengelola anggaran negara di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: Dapur SPPG MBG di Muna Barat Belum Penuhi Standar Terancam Ditutup Permanen
"Tentu saja kita harus memiliki sense of crisis dan kami sedang melakukan hal-hal yang memungkinkan penggunaan anggaran lebih efisien," ujarnya.
BGN saat ini memprioritaskan optimalisasi penggunaan anggaran yang telah dialokasikan. Fokus utama diarahkan pada efektivitas penggunaan dana agar tepat sasaran serta menghindari potensi pemborosan maupun penyalahgunaan anggaran.
Dadan menjelaskan bahwa total pagu anggaran MBG mencapai Rp268 triliun, dengan tambahan dana cadangan sebesar Rp63 triliun. Namun, dalam tahap awal, BGN memilih untuk memaksimalkan penggunaan anggaran utama tanpa langsung mengandalkan dana cadangan tersebut.
"BGN memiliki pagu anggaran Rp268 triliun dengan dana standby Rp63 triliun. Langkah pertama yang kita lakukan adalah mengoptimalkan Rp268 triliun dan tidak menghitung yang standby ini," jelasnya.
Baca Juga: Viral Menu MBG Lele Mentah Ditolak Sekolah, BGN Klaim Komponen Gizinya Lengkap
Selain itu, BGN juga melakukan evaluasi terhadap kebutuhan riil anggaran yang dapat digunakan secara maksimal. Proses ini mencakup peninjauan kembali berbagai kegiatan dalam program MBG agar lebih selektif, efisien, dan berorientasi pada hasil yang terukur.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang sebelumnya menegaskan bahwa program prioritas, termasuk MBG, tidak akan mengalami pemotongan anggaran. Pemerintah memilih melakukan efisiensi pada pos belanja yang dinilai kurang produktif, tanpa mengganggu pelaksanaan program utama.
Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keseimbangan fiskal di tengah tekanan global, termasuk kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Dengan strategi efisiensi yang terukur, pemerintah berupaya memastikan program tetap berjalan sambil menjaga stabilitas ekonomi nasional. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS