Kota Kendari Juara Pertama Lomba Kuliner Khas Sulawesi Tenggara
Reporter
Minggu, 28 April 2024 / 12:41 pm
Pj Gubernur Sulawesi Tenggara saat meninjau kuliner khas yang disajikan Pemkot Kendari dalam lomba kuliner khas Sulawesi Tenggara. Foto: Ist.
KENDARI, TELISIK.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menjadi juara pertama lomba kuliner khas daerah, yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-60 Sulawesi Tenggara.
Piala diterima oleh Pj Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, pada malam ramah tamah kegiatan Halo Sultra, Sabtu (27/4/2024) malam.
Dalam lomba kuliner khas daerah, Kota Kendari menyediakan sajian makanan Salad Pokea, Mi Sagu, Ika Pinalulo Mokoni, Tahu Dina Lulo, Pururundawa Warahah, Puding Wanggola Wua Naga, dan Teh Warakah Mendidoha.
Kegiatan lomba kuliner khas daerah diikuti perwakilan 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Beragam makanan khas masing-masing daerah ikut dalam kegiatan ini.
 (11)(4).jpg)
Pj Ketua TP PKK Kota Kendari, Ira Wilis Kesumadoty Yusup mengatakan, Pemkot Kendari menghadirkan makanan khas suku Tolaki yakni ragam makanan yang terbuat dari sagu, salah satunya sinonggi.
Baca Juga: Kuliner Khas Daerah Sulawesi Tenggara Bisa jadi Kekuatan Ekonomi Masyarakat
“Menyediakan makanan dari sinonggi, ditambah ikan palumara dan sayur bayam bening,” kata Ira.
 (12)(2).jpg)
Ira mengatakan, peserta dari Pemkot Kendari tidak memiliki persiapan khusus dalam kegiatan itu, namun bisa memperoleh hasil terbaik.
Baca Juga: Lomba Kuliner Khas Sultra Sebagai Bentuk Pelestarian Budaya dan Penurun Stunting
Sementara Ketua DPRD Kota Kendari, Subhan, turut hadir dalam kegiatan malam ramah tamah Halo Sultra. Dia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian pagelaran budaya dikemas dalam Halo Sultra termasuk kuliner-kuliner khas Sulawesi Tenggara.
 (13)(2).jpg)
"Ini momentum sangat luar biasa untuk melestarikan budaya, karena jangan sampai kita tidak mengenal budaya kita tapi lebih mengenal budaya luar," kata Subhan.
Subhan menyampaikan, Halo Sultra dalam rangka memperingati HUT ke-60 Sulawesi Tenggara memperat kembali budaya kearifan lokal dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. (B-Adv)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Haerani Hambali
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS