Kurangi Dampak Kerusakan Lingkungan, Ini Terobosan Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi

Marwan Azis

Reporter Jakarta

Senin, 25 Oktober 2021  /  5:53 pm

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama dengan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi secara simbolis menandatangani kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang. Foto: dok Pemprov DKI Jakarta

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemprov DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dalam peningkatan pemanfaatan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Bantargebang.

Hal ini dilakukan karena kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya akan berakhir pada 26 Oktober 2021, dan akan diperpanjang untuk kurun waktu 5 tahum kedepan.

Hari ini, Senin (25/10/2021), Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama dengan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi secara simbolis menandatangani kerja sama tersebut, yang juga disaksikan oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri RI, Syafrizal di Balaikota DKI, Jakarta Pusat.

Anies menyambut baik perpanjangan kerja sama ini, karena bisa menjadikan kedua wilayah yang bertetangga untuk menjalankan sebuah kolaborasi.

Selain itu, juga dapat menghadirkan banyak manfaat untuk masing-masing warganya.

Baca juga: Diduga Ada Pungli di Seleksi P3K, Pj Sekda Muna Pastikan Isu Itu Tidak Benar

Baca juga: Yaqut Sebut Kemenag Hadiah Negara Buat NU, Picu Kontroversi hingga Pembubaran

"Kerja sama ini diperpanjang karena sebagai tetangga wilayah sudah sepatutnya saling berkolaborasi. Hal ini bisa dilakukan seperti pemanfaatan potensi wilayah dalam memenuhi segala kebutuhan," kata Anies.

"Khusus saat ini, kita berharap perpanjangan jangka waktu TPST Bantargebang bisa menjadi solusi jangka panjang, sekaligus mengurangi dampak lingkungan di sekitar," lanjutnya.

Anies berharap, kerja sama tersebut bukan sekadar seremonial penandatangan saja, namun juga menjadi sebuah budaya yang menandakan bahwa masing-masing sudah terintegrasi baik secara sosial, budaya, dan ekonomi.

"Jika warganya sudah mau berkolaborasi, maka pemerintahnya juga harus kolaboratif. Semoga ini membuat kerja sama dengan Kota Bekasi menjadi lebih solid. Kami apresiasi dukungan dari Pemkot Bekasi, karena telah mau membantu kami di Jakarta dalam mengentaskan permasalahan sampah, ujarnya.

"Selain itu kami juga mengucapkan terima kasih kepada Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri RI yang ikut memfasilitasi terjadinya perjanjian ini," sambungnya.

Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi meliputi dana kompensasi; revisi dokumen Andal RKL/RPL, pengkajian daya dukung dan daya tampung lingkungan,  jalur dan waku pengangkutan sampah, monitoring dan evaluasi pengelolaan pemanfaatan; pembuangan dan pengambilan sampah, inovasi teknologi reduksi sampah, hingga proses pengakhiran TPST Bantargebang Kota Bekasi.

Sementara lingkup kompensasi dalam kesepakatan ini antara lain: penanggulangan kerusakan lingkungan, pemulihan lingkungan, biaya Kesehatan dan pengobatan, kompensasi dalam bentuk lain berupa bantuan langsung tunai, hingga bantuan langsung tunai dan pertanggungan kematian (polis) bagi warga yang terkena dampak TPST Bantargebang dan lain-lain. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Fitrah Nugraha