Lalembuu Konawe Selatan, Daerah Penyuplai Kebutuhan Pasar dan Ketahanan Pangan

Rasmin Jaya

Reporter

Minggu, 21 Mei 2023  /  5:05 pm

Beragam potensi SDA di sektor pertanian seperti kelapa, jambu mente, buah naga, semangka, melon, alpukat dan jambu kristal. Foto: Kolase

KONAWE SELATAN, TELISIK.ID - Kecamatan Lalembuu, Konawe Selatan adalah daerah yang memiliki potensi besar di bidang pertanian dan menjadi penunjang perekonomian masyarakat, sekaligus mampu memenuhi kebutuhan konsumen di beberapa kota-kota besar Sulawesi Tenggara.

Di samping lahan yang cukup luas, kesuburan tanahnya juga menjamin untuk meningkatkan kualitas hasil produksi masyarakat di sektor tersebut.

Dengan potensi yang sangat melimpah, masyarakat betul-betul mengoptimalkan perawatan beberapa jenis komoditi untuk menarik konsumen.

Baca Juga: Sawah di Lalembuu Hasilkan Ribuan Ton Padi Sekali Panen, Harga Anjlok karena Jalan Rusak

Salah seorang petani yang juga mantan Kepala Desa Lambodi Jaya, I Wayan Eka mengatakan, Kecamatan Lalembuu memang daerah penghasil produksi yang memiliki potensi yang sangat strategis dan besar.

Pada sektor pertanian utamanya komoditi kelapa, baik kelapa gelondongan, kelapa tua yang dikupas sabutnya, kopra putih, kopra hitam, kelapa muda, tempurung arang kelapa dan batok kelapa.

Selain itu, untuk hortikultura yang meliputi sayuran, jagung, pepaya kalifornia, kacang tanah, buah naga, semangka, melon, alpukat dan jambu krista juga ada.

Untuk lahan persawahan di Kecamatan Lalembuu mencapai 1.289 hektare, berdasarkan informasi yang tercantum di situs pertanian.go.id Sulawesi Tenggara. Dengan luas lahan sebesar itu, para petani memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan produksi padi.

Dalam satu hektare sawah di Kecamatan Lalembuu, petani berhasil menghasilkan sekitar 7 hingga 8 ton padi. Tingginya produktivitas ini menunjukkan keahlian petani dalam mengelola lahan pertanian mereka dengan penggunaan teknologi modern dalam proses panen.

Di tahun 2023 nanti, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panenan.

Pasalnya dari tahun 1997 yang dikenal sebagai daerah sentral produksi jeruk siompu, madunya berbasis jeruk nasional dan itu salah satu label yang diberikan Pemda hingga alih fungsi lahan menjadi daerah ketahanan pangan.

Saat ditanyakan persoalan pemasarannya, Eka mengaku untuk distribusi hasil produksi biasanya padi ke penggilingan Onewila, Punggaluku, Konawe, Kolaka, sampai di Makassar, sementara untuk kopra biasanya didistribusi di Kolaka, Kendari dan Surabaya.

"Untuk buah-buahan sendiri kami pemasaran dan distribusinya biasanya dibawa di Kota Kendari, sampai memenuhi kebutuhan pasaran Kolaka, Baubau dan sekitarnya," ujarnya, Minggu  (21/5/2023) lewat Via WhatsApp.

Sementara petani yang lain, I Wayan Wartono mengatakan, memang potensi di sektor pertanian dan perkebunan tidak bisa diragukan lagi.

"Meskipun daerah kami adalah transmigran tetapi potensi dan kesuburan tanahnya sangat membantu petani untuk bercocok tanam," bebernya.

Potensi itu, terus menjadi andalan masyarakat untuk pendapatan dan pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Lalembuu yang tersebar di beberapa desa.

"Seperti saya bergerak di holtikultura, melon buah naga, alpukat, durian nangka merah dan buah kelengkeng," ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk masa panen biasanya buah naga dua kali sebulan dan bisa mencapai 500-1000 Kg dengan kisaran harga Rp8000-Rp15.000 per Kg di petani.

Baca Juga: Warga Lalembuu Kecam Pernyataan Plh Kadis SDM dan Bina Marga Sebut Jalan Teraspal 11 Km

Sementara kalau padi permusim hanya 4 bulan atau 1 tahun hanya 2 kali tanam dan bisa menghasilkan kurang lebih 3-7 ton dengan kisaran harga dipetani 3.500-5.40 per Kg untuk yang basah.

Sementara salah satu mahasiswa yang ada di daerah Kecamatan Lalembuu, Irwan mengaku bersyukur dikaruniai potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah, khususnya di sektor pertanian.

Selain itu, sarana dan prasarana sudah cukup memadai dah terbilang moderen, sehingga kualitas produksi sangat menjamin dan memenuhi kebutuhan pasar.

"Harapan kami, pemda juga bisa turut andil melihat segala potensi yang ada di daerah ini," pungkasnya. (A)

Penulis: Rasmin Jaya

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS