Menteri Agama Resmi Larang Tarawih dan Tadarus Alquran Pakai Pengeras Suara

Ibnu Sina Ali Hakim

Reporter

Selasa, 22 Februari 2022  /  7:35 pm

Menteri Agama, Yaqut C. Qoumas resmi keluarkan surat edaran mengenai pengeras suara. Foto: Mediapakuan

JAKARTA, TELISIK. ID - Surat Edaran (SE) dari Menteri Agama (Menag) Yaqut C. Qoumas bernomor SE Menag No. 05/2022 tentang pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan musalah  juga mengatur terkait ibadah salat tarawih dan tadarus Alquran selama Ramadan.

Dalam aturan tersebut tertuliskan, ibadah salat tarawih atau pun Tadarus Alquran yang dilakukan pada bulan Ramadan diatur untuk tidak menggunakan pengeras suara luar masjid, melainkan menggunakan suara dalam.

“Penggunaan pengeras suara di bulan Ramadan baik dalam pelaksanaan Salat Tarawih, ceramah/kajian Ramadan, dan tadarrus Al-Qur’an menggunakan Pengeras Suara Dalam,” tulisnya dilansir KompasTV.

Dalam aturan tersebut juga tertulis, pengeras suara dalam merupakan perangkat pengeras suara yang difungsikan atau diarahkan ke dalam ruangan masjid dan musala.

Sedangkan pengeras suara luar difungsikan atau diarahkan ke luar ruangan masjid dan musala. Ini sebagai upaya syiar Islam, seperti waktu salat, pengajian maupun dakwah lainnya.

Baca Juga: Jokowi Minta Permenaker Direvisi dan Pengambilan Dana JHT Dipermudah

“Menyampaikan dakwah kepada masyarakat secara luas baik di dalam maupun di luar masjid/musala,” kata aturan itu.

Selain aturan terkait tarawih yang menggunakan pengeras suara luar masjid, SE Menag tersebut juga mengatur terkait hari besar umat Islam (HBI).

Baca Juga: Siapkan Huntara Pengungsi Semeru, PDGI Gandeng Indonesia Care

“Pelaksanaan Salat Idul Fitri dan Idul Adha dapat dilakukan dengan menggunakan Pengeras Suara Luar,” tulisnya.

Melansir Suara.com jaringan Telisik.id, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif memberikan kritik terhadap Surat Edaran Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas soal pedoman penggunaan pengeras suara di masjid.

Slamet menyayangkan adanya pembatasan penggunaan speaker luar saat takbir Idul fitri dan Idul adha.

"Dulu zaman penjajahan Belanda aja enggak begini-begini amat, ya," kata Slamet Maarif. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Kardin