Meski Efisiensi Anggaran Pemkab Muna Tetap Subsidi Pasar Murah

Sunaryo

Reporter Muna

Kamis, 12 Maret 2026  /  9:11 pm

Sekda Muna, Eddy Uga, saat memantau pelaksanaan pasar murah, Kamis (12/3/2026). Foto: Sunaryo/Telisik

MUNA, TELISIK.ID - Ditengah efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna tetap berusaha meringankan beban masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah.  

Langkah yang dilakukan Pemkab adalah dengan menggelar pasar murah. Kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dari pasar tradisional.  

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muna, Eddy Uga, menerangkan bahwa gerakan pangan murah (GPM) yang dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemkab Muna dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.  

Baca Juga: Viral Link Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit, Dikaitkan dengan Video Dea Store

Pemkab Muna mensubsidi sebesar Rp 20 ribu untuk harga satu paket sembako berupa beras, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan gula pasir.  

"Pasar murah ini sebagai bentuk intervensi Pemkab (Muna) untuk menekan gejolak harga sembako menjelang Lebaran sekaligus membantu masyarakat kurang mampu," kata Eddy Uga di sela-sela mengunjungi pasar murah, Kamis (12/3/2026).  

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Kabupaten Muna, Mowik, mengatakan pasar murah dilakukan selama tiga hari yang dipusatkan di Kecamatan Katobu dan Batalaiworu.  

Baca Juga: Pemkot Baubau Segera Kerjakan 10 Proyek Strategis 2026, Warga Minta Perbaikan Jalan Rusak

GPM dilakukan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI), Bulog dan beberapa distributor.

"Jumlah paket yang disiapkan sebanyak 300 untuk 300 penerima manfaat," sebut Mowik.  

Adapun harga sembako yang dijual di pasar murah yakni beras SPHP 5 kilogram (kg) Rp 58 ribu, telur Rp 65 ribu/rak, minyak goreng ukuran satu liter Rp 16 ribu, bawang merah dan putih 1/2 kilogram Rp 19 ribu, serta gula pasir 1 kg Rp 16.000. (B)

Penulis: Sunaryo

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS