Kronologi Kericuhan di Rujab Bupati Buton Selatan Berawal dari Perintah Darurat Via Telepon
Ali Iskandar Majid, telisik indonesia
Kamis, 12 Maret 2026
0 dilihat
Ajudan Bupati Buton Selatan, La Ode Hazaludin Didi, saat memberikan klarifikasi kepada awak media, Kamis (12/3/2026). Foto: Ali Iskandar Majid/Telisik
" Ketegangan pecah di rumah jabatan (rujab) Bupati Buton Selatan pada Rabu (11/3/2026), yang melibatkan ajudan Bupati, La Ode Hazaludin Didi, dengan Wakil Bupati Buton Selatan, La Ode Risawal, beserta rombongannya "

BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Ketegangan pecah di rumah jabatan (rujab) Bupati Buton Selatan pada Rabu (11/3/2026), yang melibatkan ajudan Bupati, La Ode Hazaludin Didi, dengan Wakil Bupati Buton Selatan, La Ode Risawal, beserta rombongannya.
Perseteruan itu disinyalir adanya upaya pengambilan paksa kendaraan dinas (randis) milik Wakil Bupati La Ode Risawal saat Bupati Muhammad Adios masih berada di luar daerah.
Ajudan Bupati Buton Selatan, La Ode Hazaludin Didi, menuturkan terjadinya perseteruan antara dirinya dan Wakil Bupati Buton Selatan, La Ode Risawal, berawal saat dirinya menerima perintah dari Bupati Adios melalui telepon selular.
Hazaludin, biasa dipanggil Didi, diperintah Adios untuk segera menuju rujab untuk mengamankan kedatangan Wakil Bupati La Ode Risawal beserta rombongan yang hendak mengambil paksa randis.
"Yang jelasnya bupati mengatakan Didi ini emergency ke rujab sekarang," ungkap Hazaludin saat ditemui telisik.id, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Meski Efisiensi Anggaran Pemkab Muna Tetap Subsidi Pasar Murah
Didi mengatakan, sebelum peristiwa itu terjadi, sopir Wakil Bupati terlihat mendatangi rujab Bupati Adios.
Kemudian disusul oleh Wakil Bupati Risawal beserta rombongan memasuki area halaman rujab. Dalam aksi tersebut, Risawal dan rombongan diduga membuat suasana menjadi ricuh.
"Saya dengar itu langsung ke TKP, katanya ada yang tendang pintu, begitu saya tiba Pak Wakil (Wakil Bupati Risawal) dan anggota Satpol PP adu argumen," lanjut Didi.
Didi menyayangkan sikap Risawal saat kejadian. Menurutnya, untuk menemui bupati harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, terlebih saat itu Bupati Adios tengah berada di luar daerah.
"Minimal kalau mau cari bupati harus ada bupati sendiri," tandasnya.
Didi juga mengatakan telah meminta kepada Wakil Bupati Risawal sebaiknya kembali lagi saat Bupati Adios sudah datang.
Kendati begitu, Didi mengaku tidak ada masalah pribadi dengan Wakil Bupati Risawal pasca peristiwa tersebut.
Baca Juga: Viral Link Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit, Dikaitkan dengan Video Dea Store
Menurutnya, dirinya hanya menjalankan tugas yang diberikan Bupati Adios tanpa ada intervensi maupun tendensi pribadi terhadap Wakil Bupati Risawal.
"Saya hanya menjalankan tugas, ada dendam apa saya dengan Pak Wakil, saya suruh keluar itu kan untuk semua (rombongan)," tandasnya.
Sementara itu, telisik.id mencoba menemui Wakil Bupati Risawal di kantornya. Namun, ia masih enggan untuk memberikan klarifikasi terkait peristiwa di rujab.
"Oh iya, sebentar dulu saya masih dipanggil di sana," ujar Risawal kepada telisik.id.
Sampai berita ini diterbitkan telisik.id terus berupaya meminta tanggapan Bupati Adios terhadap kericuhan yang terjadi di rumah jabatannya. (B)
Penulis: Ali Iskandar Majid
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS