PDAM Tirta Anoa Kendari Benahi Layanan dan Jaringan, Respons Aduan Ditarget 24 Jam
Reporter
Rabu, 01 April 2026 / 1:31 pm
Direktur PDAM Tirta Anoa Kendari, Sukriyaman Suwardi sedang fokus pada peningkatan kualitas layanan terutama responsivitas dan keterbukaan terhadap pelanggan. Foto: Ana Pratiwi/Telisik
KENDARI, TELISIK.ID - PDAM Tirta Anoa Kendari terus melakukan pembenahan layanan dan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas distribusi air bersih kepada pelanggan. Upaya ini dilakukan melalui penguatan sistem digital, perbaikan produksi, hingga penataan ulang jaringan perpipaan.
Direktur PDAM Tirta Anoa Kendari, Sukriyaman Suwardi mengatakan, selama enam bulan terakhir pihaknya fokus meningkatkan kualitas layanan, terutama dalam hal responsivitas dan keterbukaan terhadap pelanggan.
“Dari awal kami konsisten meningkatkan kualitas layanan. Kami harus lebih responsif dan terbuka dalam menangani aduan maupun pelayanan,” ujar Sukriyaman, Senin (30/3/2026).
Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah sistem layanan digital Lagacor. Melalui sistem ini, setiap laporan pelanggan langsung terintegrasi ke dashboard internal dan ditindaklanjuti secara real time.
“Setiap aduan yang masuk kami upayakan ditangani tidak lebih dari 24 jam,” tegasnya.
Baca Juga: HUT ke-62 Sulawesi Tenggara Dikemas dalam Harmoni Sultra 2026 Dorong Ekonomi Rakyat
Data internal PDAM menunjukkan ratusan aduan sempat masuk dalam waktu singkat, dengan mayoritas keluhan terkait kebocoran pipa dan air yang tidak mengalir. Namun, Sukriyaman menjelaskan, sebagian keluhan tersebut dipicu ketidaktahuan pelanggan terhadap jadwal distribusi.
“Banyak yang mengira tidak mengalir, padahal sebenarnya mengalir, hanya mereka tidak tahu jadwalnya,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal itu, PDAM menyiapkan sistem jadwal layanan terintegrasi berbasis real time agar pelanggan dapat mengetahui waktu distribusi air di wilayah masing-masing.
Selain layanan pelanggan, pembenahan juga dilakukan dari sisi produksi air, mulai dari hulu hingga hilir. Sumber air baku di Sungai Pohara, Konawe, serta kondisi alat produksi menjadi perhatian, termasuk efektivitas dan usia peralatan.
Pemeliharaan dilakukan secara rutin dan preventif. Berdasarkan uji laboratorium internal, air yang didistribusikan dinyatakan layak konsumsi setelah dimasak sesuai standar.
Di sisi distribusi, kebocoran pipa masih menjadi tantangan utama yang hampir terjadi setiap hari. Kondisi ini dipengaruhi perubahan tekanan air setelah perbaikan dilakukan di titik tertentu.
Selain tantangan teknis, PDAM juga menghadapi persoalan persepsi publik, keterbatasan anggaran, serta kondisi infrastruktur yang perlu pembenahan. Pada awal masa jabatan manajemen, perusahaan tercatat memiliki beban utang sekitar Rp7 miliar dan sempat mengalami keterlambatan pembayaran gaji pegawai.
Namun, kondisi tersebut kini berangsur membaik seiring peningkatan kinerja dan pendapatan perusahaan.
Baca Juga: MAN 1 Kendari Perketat Seleksi dan Disiplin untuk Hasilkan Siswa Berdaya Saing Global
Ke depan, PDAM menargetkan penataan ulang jaringan perpipaan pada 2026 untuk meningkatkan kualitas air, memastikan distribusi tepat sasaran, serta mengembalikan jumlah pelanggan yang sempat menurun.
Sukriyaman berharap masyarakat turut berperan aktif melaporkan permasalahan di lapangan, serta mendorong internal perusahaan agar lebih responsif.
“Ini pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan media,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS