MAN 1 Kendari Perketat Seleksi dan Disiplin untuk Hasilkan Siswa Berdaya Saing Global
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Selasa, 31 Maret 2026
0 dilihat
Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo. Foto: Ana Pratiwi/Telisik
" Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari menerapkan seleksi masuk ketat, penguatan kualitas guru, serta disiplin tinggi sebagai strategi utama mencetak siswa berdaya saing global "


KENDARI, TELISIK.ID - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari menerapkan seleksi masuk ketat, penguatan kualitas guru, serta disiplin tinggi sebagai strategi utama mencetak siswa berdaya saing global.
Kebijakan MAN 1 Kendari ini diterapkan sejak tahap penerimaan hingga proses pembelajaran di sekolah.
Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo, mengatakan proses penerimaan siswa dilakukan secara terbuka melalui pendaftaran online tanpa sistem zonasi. Calon peserta didik dari seluruh Indonesia dapat mendaftar dan mengikuti seleksi berbasis kemampuan.
“Siapa saja bisa mendaftar. Kami melakukan seleksi ketat, dan yang diterima adalah mereka yang mampu menjawab soal dengan baik,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Pada tahun ajaran ini, MAN 1 Kendari menerima 288 siswa yang terbagi dalam delapan kelas, masing-masing 36 orang. Seluruh proses seleksi berlangsung objektif tanpa mempertimbangkan kedekatan atau relasi.
“Tidak ada istilah titipan. Siapa yang nilainya masuk hingga peringkat 288, otomatis diterima. Ini untuk memastikan kualitas input siswa,” jelas Tangkalalo.
Baca Juga: WIUP PT Adnan Jaya Sekawan di Wawoni Bakal Dicabut Dinas ESDM Sultra
Setelah tahap seleksi, peningkatan kualitas dilanjutkan melalui penguatan kapasitas guru. Pihak sekolah rutin menggelar pengembangan profesional agar metode pembelajaran lebih efektif dan mudah dipahami siswa.
“Guru yang pintar belum tentu mampu mentransfer ilmu dengan baik. Karena itu, kami menghadirkan pemateri yang kompeten agar pembelajaran lebih menyenangkan,” katanya.
Selain kualitas pengajaran, aspek kedisiplinan juga menjadi perhatian utama. Sekolah menerapkan aturan ketat terkait waktu kehadiran bagi siswa dan guru.
“Jika sudah pukul 07.00 Wita gerbang ditutup. Siswa yang terlambat tidak diperbolehkan masuk dan diminta kembali ke rumah,” tegas Tangkalalo.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter, termasuk pembiasaan bangun pagi dan salat subuh sebelum berangkat ke sekolah. Peran orang tua dinilai penting untuk memastikan kedisiplinan ini berjalan konsisten.
Menurut Tangkalalo, aturan tersebut berdampak signifikan terhadap penurunan keterlambatan siswa.
“Sekarang hampir tidak ada lagi siswa yang datang terlambat karena mereka sudah memahami konsekuensinya,” ujarnya.
Di sisi prestasi, MAN 1 Kendari aktif mendorong siswa mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional hingga internasional. Sekolah memfasilitasi keikutsertaan siswa, termasuk pembiayaan melalui dana BOS dengan dukungan orang tua.
“Jika siswa lolos ke tingkat nasional, kami fasilitasi keberangkatannya. Tahun 2025, ada 22 peserta yang mengikuti ajang nasional di berbagai daerah,” jelas Tangkalalo.
Sekolah juga memberikan apresiasi berupa uang tunai bagi siswa berprestasi. “Biasanya sekitar Rp1 juta untuk siswa yang meraih prestasi, termasuk di ajang internasional,” tambahnya.
Penguatan juga dilakukan pada sarana dan prasarana. Dengan dukungan komite dan orang tua, ruang guru yang sebelumnya kurang layak kini telah direnovasi menjadi lebih representatif dan nyaman.
“Tadinya kondisi ruang guru cukup memprihatinkan, sekarang sudah menjadi fasilitas yang layak dan modern,” beber Tangkalalo.
MAN 1 Kendari merencanakan pembangunan ruang tata usaha sebagai bagian dari pengembangan fasilitas.
Baca Juga: Lowongan Kerja: PT BMT Mapan Mandiri, Simak Syarat dan Penempatannya
Untuk mendukung riset siswa, sekolah menjalin kerja sama dengan Universitas Halu Oleo (UHO), mengingat keterbatasan laboratorium yang dimiliki saat ini.
“Kami berharap ke depan bisa memiliki laboratorium terpadu agar kegiatan riset siswa semakin optimal,” harap Tangkalalo.
Tahun ini MAN 1 Kendari memfokuskan peningkatan prestasi melalui ajang seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI), serta berbagai kompetisi riset.
Selain itu, gerakan membawa tumbler juga terus didorong sebagai upaya mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah.
“Semua warga sekolah kami dorong untuk membawa tumbler sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan,” kata Tangkalalo.
Melalui berbagai program tersebut, MAN 1 Kendari berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu bersaing di perguruan tinggi ternama melalui jalur seleksi nasional maupun prestasi. (C-Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS