Pedagang Ikan Asin di Pasar Anduonohu Kendari Mengaku Sepi Pembeli, Pendapatan Turun Drastis

Gede Suyana Sriski

Reporter

Jumat, 23 Januari 2026  /  2:48 pm

Salah satu pedagang ikan asin di Pasar Anduonohu, Kota Kendari, Supardi yang saat ini mengeluh karena sepi pembeli. Foto: Gede Suyana Sriski/Telisik.

KENDARI, TELISIK.ID - Sudah sebulan terakhir ini, para pedagang ikan asin di Pasar Anduonohu, Kota Kendari sepi pembeli dikarenakan peminat ikan asin mulai menurun di daerah tersebut yang berakibat omzet penjualan menurun.

Terlihat para pedagang ikan asin duduk di lapak jualannya, tapi tidak terlihat pembeli yang datang. Salah satu pedagang ikan asin, Supardi mengatakan, kondisi saat ini yang sepi dari pembeli sudah dirasakan satu bulan terakhir. Daya belinya sangat sepi bahkan sangat menurun. Padahal harganya normal yakni dikisaran Rp 50.000 hingga Rp 80.000 tergantung jenisnya.

"Tapi, daya beli konsumen saat ini sudah sangat menurun dan juga karena kondisi cuaca saat ini yang kurang bagus. Itu lah kendala yang kami hadapi saat ini," ujar Supardi, Kamis (22/1/2026).

Ia juga mengatakan, saat ini omzet dari penjualan ikan asin masih mengalami penurunan, pendapatan sebelumnya Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per bulan menjadi Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per bulan, sungguh penurunan yang sangat drastis.

Baca Juga: BPOM Kendari Pastikan Keamanan Pangan, Produk Takjil hingga Parcel di Bulan Ramadan 2026

Walaupun omzet saat ini sangat menurun, tetapi Supardi tetap menjalankan rutinitasnya sebagai penjual ikan asin. Menurutnya, hasil yang ia dapatkan juga masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarganya.

"Ya alhamdulilah, dengan pendapatan saya segini masih bisa untuk biayai sekolah anak saya. Cukup juga lah untuk memenuhi kebutuhan di dapur agar tetap ngebul," tambahnya.

Baca Juga: Ruslan Buton Tuding Pemprov Sultra Bengis dan Brutal pada Mantan Gubernur Nur Alam

Pedagang lainnya, Marni mengatakan, lesunya pembeli ikan asin saat ini. Menurutnya walaupun hasil penjualan tidak banyak, akan tetapi ia tetap mensyukurinya.

"Terkadang juga seharian cuma ada 1-2 pembeli saja. Tapi biasa juga dekat-dekat hari ramadan kembali ramai pembeli. Walaupun saat ini omzet yang saya dapatkan menurun, tapi saya tetap bersyukur dari pada tidak ada sama sekali," ujar Marni. (B)

Penulis: Gede Suyana Sriski

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS