Jagung Kuning Petani Desa Bea Muna Baru Dipanen Langsung Diserap Bulog Raha
Sunaryo, telisik indonesia
Selasa, 10 Maret 2026
0 dilihat
Bupati Muna, Bachrun Labuta, bersama Wabup La Ode Asrafil Ndoasa memanen jagung di Desa Bea, Selasa (10/3/2026). Foto: Sunaryo/Telisik
" Petani jagung kuning di Kabupaten Muna tidak susah dalam memasarkan hasil panennya berkat keterlibatan langsung bupati "

MUNA, TELISIK.ID - Petani jagung kuning di Kabupaten Muna tidak susah dalam memasarkan hasil panennya berkat keterlibatan langsung bupati.
Bupati Muna, Bachrun Labuta, telah mendapatkan pasaran jagung kuning di Bulog dan para pengumpul. Harganya berkisar antara Rp 5.500 hingga Rp 7.000 per kilogram.
Petani jagung di Desa Bea, Kecamatan Kabawo, sudah merasakan hasilnya. Jagung kuning mereka yang baru dipanen, Selasa (10/3/2026),
Baca Juga: Libur Lebaran 2026, Layanan BPJS Kesehatan di Baubau Tetap Buka
langsung diserap oleh Bulog Raha. Jagung-jagung itu langsung dibawa ke pabrik untuk dikeringkan.
Panen jagung kuning di Desa Bea dihadiri Bupati Bachrun Labuta bersama Wakil Bupati (Wabup), La Ode Asrafil Ndoasa, serta beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Bachrun berharap para petani jagung bangga pada hasil panennya. Sebab, dulunya setelah panen harga sempat turun. Namun, saat ini harganya cukup kompetitif.
"Menanam jagung sangat menjanjikan karena tidak membutuhkan waktu lama dan tidak merusak tanah. Pasaran sudah siap menampung hasil panen," kata Bachrun.
Khusus Desa Bea, Rangka, dan sekitarnya, Bachrun mendorong sebagai pusat pengembangan jagung. Alasannya, letaknya berada di area pabrik, sehingga memudahkan untuk menjual hasil panen.
"Wilayah lain juga, bila ingin memasarkan hasil panennya di pabrik, ongkos angkutnya akan diganti oleh Bulog," terangnya.
Baca Juga: Terjaganya Biodiversitas Pulau Wawonii dan Pentingnya Kolaborasi Multipihak
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Muna, La Ode Anwar Agigi, menyebut jagung yang dipanen di Desa Bea seluas 2 hektare dengan hasil kurang lebih 10 ton. Adapun kadar airnya mencapai 21 persen.
"Walaupun kadar airnya 21 persen, Bulog tetap membeli karena nantinya akan dikeringkan di pabrik," kata Anwar.
Saat ini, lanjut Anwar, trend perluasan area tanaman jagung makin meningkat. Hal tersebut dikarenakan harga cukup baik, penggunaan benih, pupuk yang berkualitas, dan lahan yang tidak produktif terus didorong untuk diolah.
"InsyaAllah, dengan jagung masyarakat bisa sejahtera," tandasnya. (B)
Penulis: Sunaryo
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS