Pelacur Masuk Surga usai Tolong Anjing Kehausan, Begini Riwayat Aslinya

Ahmad Jaelani

Reporter

Minggu, 01 Maret 2026  /  11:30 am

Ilustrasi, seorang pelacur Bani Israil diampuni setelah memberi minum anjing kehausan. Foto: Repro iStockphoto

JAKARTA, TELISIK.ID - Riwayat tentang seorang perempuan dari kalangan Bani Israil tercatat dalam sejumlah kitab hadis dan disampaikan langsung oleh Muhammad kepada para sahabatnya.

Kisah ini memuat peristiwa sederhana, seorang perempuan yang dikenal sebagai pelacur mendapat ampunan setelah menolong seekor anjing yang kehausan. Cerita tersebut kemudian dijadikan pelajaran tentang nilai kasih sayang kepada sesama makhluk hidup.

Dalam riwayat itu dijelaskan, perempuan tersebut berjalan di tengah cuaca panas. Ia melihat seekor anjing berputar-putar di sekitar sumur dengan lidah terjulur.

Hewan itu tampak lemah dan tidak mampu menjangkau air. Kondisi tersebut membuatnya berhenti dan mencari cara untuk membantu, meski tidak memiliki wadah untuk mengambil air.

Melansir dari Detik, Minggu (1/3/2026), perempuan itu lalu melepaskan sepatu kulit yang dipakainya. Sepatu tersebut digunakan sebagai penampung air dari sumur.

Setelah air terisi, ia memberikannya kepada anjing hingga hewan itu minum. Tindakan tersebut digambarkan berlangsung singkat, tanpa keramaian, dan tanpa bantuan orang lain.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Canyon Mimbs: Dari Petani Idaho jadi Mualaf yang Menginspirasi Ribuan Orang

Riwayat hadis yang dicatat oleh Muhammad al-Bukhari memuat teks asli dalam bahasa Arab.

Berikut ini bacaan latinnya agar mudah dibaca:

Anna imra’atan baghiyyan ra’at kalban fi yaumin haarrin yuthiifu bi bi’rin qad adla‘a lisaanahu minal ‘athasyi fanaza‘at lahu bimuqihaa faghufira lahaa.

Artinya: Seorang pelacur melihat seekor anjing pada hari yang panas berputar di sekitar sumur karena kehausan. Ia melepas sepatunya dan memberi minum kepadanya. Maka perempuan itu diampuni.

Hadis tersebut juga dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab Riyadush Shalihin. Dalam penjelasannya, tindakan memberi minum kepada hewan yang kehausan disebut sebagai perbuatan baik yang mendatangkan pahala. Pengampunan diberikan sebagai balasan atas kepedulian tersebut.

Selain kisah perempuan itu, terdapat riwayat lain dengan peristiwa serupa. Cerita tersebut menyebut seorang lelaki yang kehausan, turun ke sumur untuk minum, lalu melihat anjing dalam kondisi sama. Ia kembali turun untuk mengambil air dan memberikannya kepada hewan tersebut.

Bacaan latin hadisnya sebagai berikut:

Bainamaa rajulun yamsyii bithariiqin isytadda ‘alaihil ‘athasyu fawajada bi’ran fanazala fiihaa fasyriba tsumma kharaja fa idzaa kalbun yalhatsu ya’kuluts tsaraa minal ‘athasyi faqaal ar-rajulu laqad balagha haadzal kalba minal ‘athasyi mitslul ladzi kaana balagha minni.

Fanazalal bi’ra famala’a khuffahu maa’an tsumma amsakahu bifiiHi hatta raqiya fasqaal kalba fasyakarallahu lahu faghafara lahu. Fii kulli kabidin rathbatin ajrun.

Baca Juga: Jalan Hidayah PSK Tinggalkan Dunia Prostitusi usai Dapat Tamu Sosok Ulama Ini

Artinya: Ketika seorang lelaki berjalan dan sangat haus, ia turun ke sumur lalu minum. Saat keluar, ia melihat anjing menjulurkan lidah karena kehausan. Ia berkata, anjing ini kehausan seperti diriku.

Ia pun mengisi sepatunya dengan air dan memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya. Pada setiap makhluk hidup ada pahala.

Catatan para ulama menempatkan kisah ini sebagai bagian dari ajaran akhlak. Perbuatan kecil yang memberi manfaat kepada makhluk hidup dinilai sebagai amal yang diperhitungkan. Penekanan utamanya terletak pada tindakan nyata, bukan latar belakang pelaku. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS