Ibadah Haji Bisa Hapus Dosa? Begini Penjelasan Menurut Hadits dan Ulama

Merdiyanto , telisik indonesia
Jumat, 17 April 2026
0 dilihat
Ibadah Haji Bisa Hapus Dosa? Begini Penjelasan Menurut Hadits dan Ulama
Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang bisa menghapus dosa yang pernah dilakukan. Foto: Repro Antara

" Setiap tahun jutaan umat Islam menunaikan ibadah haji dengan harapan besar mendapat ampunan dosa dan reset spiritual "

JAKARTA, TELISIK.ID - Setiap tahun jutaan umat Islam menunaikan ibadah haji dengan harapan besar mendapat ampunan dosa dan reset spiritual.

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang paling agung bagi jutaan umat Muslim yang menunaikannya setiap tahun.

Menurut hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu, Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang berhaji, lalu tidak melakukan rafats (perkataan atau perbuatan keji) dan tidak berbuat fasiq (dosa), maka ia kembali dari dosanya seperti hari dilahirkan oleh ibunya,” seperti dikutip dari sindonews.com, Jumat (17/4/2026).

Hadits ini menegaskan bahwa pelaksana haji yang menjaga kesucian diri selama manasik akan pulang dalam keadaan suci total, seperti bayi baru lahir tanpa dosa kecil maupun besar yang berkaitan dengan hak Allah SWT.

Hadits serupa juga menyatakan: “Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Hukum Najis Tempat yang Diinjak Hewan Setelah Buang Kotoran Lalu Bermain di Situ, Ini Penjelasan Ulama

Mengenal Haji Mabrur?

Haji mabrur adalah haji yang sempurna dan diterima Allah, ditandai dengan ciri-ciri berikut menurut Rasulullah SAW:

- Niat ikhlas semata karena Allah.

- Melaksanakan seluruh rangkaian manasik sesuai sunnah tanpa kekurangan.

- Menjauhi rafats (ucapan kotor atau perilaku tidak sopan) dan fasiq (kemaksiatan).

- Setelah pulang, tidak kembali ke dosa lama, melainkan semakin baik dalam beribadah dan bermuamalah.

Ulama seperti Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa haji mabrur mampu menghapus dosa besar, asalkan disertai taubat nasuha dan menjauhi dosa tersebut.

Namun, mayoritas ulama menyatakan penghapusan ini lebih kuat untuk dosa kecil, sementara dosa besar memerlukan taubat tulus.

Tidak Semua Dosa Terhapus

Meski haji menghapus dosa, ada batasannya:

- Dosa terhadap hak Allah SWT seperti meninggalkan salat, puasa, atau dosa besar pribadi bisa terampuni jika haji mabrur.

- Dosa terhadap sesama manusia seperti ghibah, kezaliman, hutang, atau hak orang lain tidak otomatis hilang. Pelakunya tetap wajib menyelesaikan hak tersebut, baik sebelum atau sesudah haji. Haji tidak gugurkan hukum positif di dunia, dilansir dari NU Online, Jumat (17/4/2026).

Hadits lain menambahkan: “Haji dan umrah menghapus dosa sebagaimana api menghilangkan karat pada besi.” (HR. Tirmidzi).

Ini menunjukkan ibadah ini seperti pembersih spiritual yang kuat, tapi bukan pengganti taubat.

Baca Juga: Imam Memanjangkan Bacaan Salat Berjamaah, Begini Hukumnya Menurut Sunnah dan Ulama

Pesan untuk Calon Jemaah Haji

Bagi ribuan jemaah haji yang tengah mempersiapkan, para ulama menekankan untuk fokus pada niat ikhlas, belajar manasik mendalam, melunasi segala hutang dan meminta maaf kepada yang dizalimi sebelum berangkat.

Jaga perilaku di Tanah Suci, hindari maksiat, dan perbanyak doa di Arafah yang merupakan tempat mustajab.

Haji adalah kesempatan emas untuk reset dosa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga Allah terima haji kita sebagai haji mabrur yang membawa ampunan dan surga. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga