Kisah Inspiratif Canyon Mimbs: Dari Petani Idaho jadi Mualaf yang Menginspirasi Ribuan Orang

Merdiyanto , telisik indonesia
Rabu, 25 Februari 2026
0 dilihat
Kisah Inspiratif Canyon Mimbs: Dari Petani Idaho jadi Mualaf yang Menginspirasi Ribuan Orang
Canyon Mimbs berhasil menginspirasi ribuan orang dengan kisah mualafnya. Foto: Repro UAE Stories

" Ia melihat kehidupan umat Muslim yang bahagia meski sederhana "

NORTH IDAHO, TELISIK.ID - Canyon Mimbs, seorang pemuda berusia 20 tahun asal North Idaho, Amerika Serikat, telah menjadi sorotan di kalangan umat Muslim global berkat perjalanan spiritualnya yang luar biasa.

Lahir dan besar di sebuah kota kecil di keluarga petani dengan pendapatan tahunan sekitar USD 26.000, Canyon dibesarkan dalam lingkungan homeschooling yang sederhana dan terisolasi.

Keluarganya bekerja keras di lahan pertanian setiap hari, yang membatasi pandangan dunianya hingga lulus sekolah menengah.

Namun, setelah itu, ia memutuskan untuk menjelajahi dunia guna "mempercepat pengalaman hidup" dan membangun karakter.

Perjalanan Canyon dimulai dengan acara networking di Chicago, yang membuka matanya terhadap peluang baru. Dari sana, ia melancong ke berbagai negara seperti Warsaw (Polandia), Amsterdam (Belanda), Turki, Pakistan, Uni Emirat Arab (UAE), dan Arab Saudi.  

Titik balik spiritualnya terjadi di Turki, di mana ia bertemu dengan seorang partner bisnis Muslim yang berperilaku baik, seperti berdoa secara rutin dan berbicara lembut kepada ibunya. Hal ini memicu rasa penasaran Canyon terhadap Islam.

Baca Juga: Mualaf Lokal: Resmi Mualaf, Warga Baruga Kendari Ini Rasakan Ketenangan Hati

Saat diundang ke Pakistan oleh partnernya, Canyon awalnya ragu karena stereotip negatif tentang negara itu. Namun, pengalaman di sana justru mengubah hidupnya.

Ia terlibat dalam imersi budaya Islam, ikut sholat di masjid, mendengarkan khotbah imam meski tak paham bahasa Urdu, membaca Al-Quran sebelum tidur, dan makan bersama keluarga lokal meski ada hambatan bahasa.  

Canyon merasakan kedamaian mendalam dari praktik-praktik ini. Setelah sekitar satu bulan membaca Al-Quran dan bertanya di masjid, ia melihat kehidupan umat Muslim yang bahagia meski sederhana, kontras dengan pengusaha kaya yang ia kenal tapi tak bahagia.

Puncaknya, Canyon mengucapkan syahadat secara pribadi saat listrik mati di lift, ia berdoa meminta petunjuk, dan saat listrik menyala kembali, ia anggap sebagai tanda dari Allah. Keesokan harinya, ia resmi mengucapkan syahadat di masjid.  

Ia menyebut dirinya sebagai revert (kembali ke fitrah), bukan convert, karena percaya semua manusia lahir dalam keadaan suci.

Pasca mualaf, Canyon melanjutkan perjalanan ke UAE (Dubai), yang ia gambarkan sebagai jembatan antara budaya Barat dan Islam, dengan 80 persen penduduk ekspatriat yang membuatnya ideal untuk memperkenalkan Islam kepada orang skeptis.  

Di Arab Saudi, ia tinggal dua bulan di Riyadh, terkesan dengan kebersihan, keamanan, dan gaya hidup modern. Ia juga menunaikan Umrah di Mekkah dan Madinah, melakukan ritual seperti thawaf di Ka'bah dan mencukur rambut, yang memberinya rasa sanctuary dan kedekatan spiritual.  

Suara adzan lima kali sehari menjadi highlight baginya.Reaksi keluarga sangat suportif. Canyon memberitahu saudaranya terlebih dahulu, lalu orang tuanya dua minggu kemudian.

Ayahnya tenang, bahkan sudah menduga karena lingkungan Canyon. Pendidikan orang tuanya yang open-minded membuat mereka menerima dengan baik.

Bahkan, dalam kunjungan keluarga baru-baru ini, ibunya mengganti musik pagi dengan nasyid Islam sebagai bentuk hormat, dan mereka menghentikan acara TV yang membuat Canyon tidak nyaman karena melanggar prinsip agamanya, dilansir dari mugtama.com, Rabu (25/2/2026).

Kini, sebagai Muslim kulit putih di Amerika, Canyon tidak mengalami prasangka secara langsung, teman-temannya yang 98% non-Muslim menerimanya. Ia aktif berdakwah melalui kebaikan pribadi, agar orang mengaitkan sifat positif dengan Islam.  

Baca Juga: Artis Muda Michelle Laurenz Temukan Hidayah Islam Setelah Masa Keraguan Agama

Canyon percaya pertumbuhan Islam karena sifatnya yang welcoming, sederhana, dan contoh baik dari pemeluknya. Pesannya untuk Barat: Bentuk opini berdasarkan pengalaman pribadi, bukan narasi orang lain; kunjungi negara Muslim atau bertemu umatnya sebelum menilai.  

Kisahnya terus menginspirasi, terutama di Pakistan yang ia sebut berperan besar dalam perjalanannya.

Alhamdulillah, perjalanan Canyon Mimbs membuktikan bahwa hidayah bisa datang melalui petualangan dan keramahan umat. Semoga terus menjadi teladan bagi generasi muda. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga