Pembangunan Labkesda Dinilai Bising dan Bau Tuai Protes Warga

Nur Khumairah Sholeha Hasan

reporter

Senin, 06 Februari 2023  /  8:11 pm

Pembangunan Labkesda tuai protes dari masyarakat yang ada di sekitaran lokasi, beberapa RT hadir saat RDP di gedung DPRD Kota Kendari. Foto: Nur Khumairah/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Kendari tuai protes dari masyarakat yang ada di RT 15 dan RW 004, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.

Adanya pembangunan labkesda dinilai mengganggu karena menimbulkan aroma yang tidak sedap, bahkan disebutkan jika aroma pembuangan cerobong laboratorium tersebut seperti bau kotoran kucing.

Ketua RT 15, Farida mengaku, sehabis salat subuh di masjid terdekat, ia mendengar suara mesin yang berada di labkesda tersebut.

Baca Juga: Besok Sweeping Kendaran di Kota Kendari Dimulai

"Saya merapat di dekat tembok yang berada sekitaran cerobong asap. Saya mencium aroma tidak tidak sedap. Saya pulang ke rumah dan mengambil HP lalu memvideokan hal tersebut," ujarnya saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD, Senin (6/2/2023).

Ia menyebut tak berniat memviralkan video itu, ia lantas membagikan video miliknya ke grup WhatsApp yang di dalamnya berisi ketua RT di lingkungan Kelurahan Bende.

Ia menilai jika pembangunan labkesda tersebut tak ada sama sekali informasi, pertemuan ataupun sosialisi yang dilakukan pemkot pada masyarakat.

"Kami para RT dan RW bertanya-tanya, puskesmas dipindahkan keluar, eks puskesmas dibangun sesuatu. Tolong jangan membangun di wilayah padat penduduk, tidak bisa mau membangun sendiri," tegasnya.

Selain menyesalkan aroma tidak sedap, ia juga menyayangkan pembangunan labkesda itu menimbulkan suara bising bahkan suara Adzan pun tak kedengaran.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg Rahminingrum mengatakan, labkesda selama ini hanya melakukan pemeriksaan kualitas air untuk galon isi ulang. Ia menilai instalasi pengelolaan limbah medis (IPAL) tersebut memiliki kolam pengontrol yang dilakukan dengan beberapa perlakuan dan penyaringan.

"Hasil dari penyaringan tersebut, Insya Allah bisa kami pastikan aman, karena di hasil akhir olahan tersebut. Kami pelihara ikan, kalau airnya tercemar atau tidak aman. Otomatis ikan pasti mati," bebernya.

Ia juga menyebut telah melakukan pemeriksaan bakteriologi dan kimiawi untuk hasil olahan hasil akhir IPAL. Sementara itu, diketahui dalam RDP yang digelar di Gedung DPRD Kota Kendari jika pembangunan labkesda itu belum memiliki izin.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari, Nismawati menyebut persetujuan lingkungannya belum ada, ia juga tak berkomentar banyak mengenai belum adanya persetujuan lingkungan pembangunan labkesda.

Baca Juga: Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang jadi Film Terbanyak Dinonton di Cineapolis Kendari

Ketua DPRD Kota Kendari, Subhan mengatakan, langkah yang diambil adalah menghentikan sementara waktu pengoperasian labkesda sampai keluar upaya pengelolaan lingkungan (UPL) serta keputusan dari pemerintah pusat.

Selain itu, DPRD Kota Kendari bersama dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Lingkungan Hidup, Bappeda dan PU Kota Kendari akan turun melihat aktivitas dan peralatan labkesda pada pekan depan.

DPRD Kota Kendari juga meminta pada pemkot untuk melakukan sosialisasi pada masyarakat tentang keberadaan labkesda terutama aktivitas dan dampaknya. Apabila labkesda menciptakan ketidaknyamanan maka DPRD mengusulkan mencari gedung alternatif. (A)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS