Pemkot Kendari Perkuat Sinergi dengan BI dan BPS Usai Inflasi Juni 2026 Capai 1,50 Persen
Reporter
Rabu, 01 Juli 2026 / 7:18 pm
Pemkot Kendari memperkuat pengendalian inflasi setelah angka inflasi bulanan Juni 2026 tercatat mencapai 1,50 persen. Foto: Ist.
KENDARI, TELISIK.ID - Inflasi Kota Kendari pada Juni 2026 tercatat 1,50 persen, dengan kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar kenaikan harga berdasarkan rilis terbaru BPS.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengikuti rapat rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) dan inflasi Kota Kendari yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari di Ruang Rapat BPS Kota Kendari, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Kendari, Winarti Ismail, sebagai bagian dari evaluasi perkembangan ekonomi daerah.
Dalam pemaparan yang disampaikan BPS Kota Kendari, inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) pada Juni 2026 tercatat sebesar 5,14 persen.
Baca Juga: Peran Wali Kota Perkuat Dominasi Kendari Pertahankan Gelar Juara Umum Popda Sultra 2026
Dalam keterangan tertulis yang diterima telisik.id, angka tersebut dipengaruhi kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran yang menjadi komponen utama dalam perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan mencapai 9,57 persen. Setelah itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan sebesar 6,30 persen, sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau meningkat 6,20 persen.
Selain tiga kelompok tersebut, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mengalami kenaikan sebesar 4,69 persen. Kelompok pendidikan turut mencatat kenaikan sebesar 4,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan indeks juga terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,71 persen. Selanjutnya, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan meningkat 2,05 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran naik 2,04 persen, sedangkan kelompok kesehatan bertambah 1,18 persen.
Di sisi lain, tidak seluruh kelompok pengeluaran mengalami peningkatan. Kelompok pakaian dan alas kaki justru mengalami penurunan indeks sebesar 0,94 persen. Sementara kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya tercatat relatif stabil tanpa perubahan indeks yang signifikan.
Selain merilis inflasi tahunan, BPS Kota Kendari juga memaparkan perkembangan inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) dan inflasi tahun kalender atau year to date (y-to-d). Pada Juni 2026, inflasi bulanan tercatat sebesar 1,50 persen, sedangkan inflasi sejak Januari hingga Juni mencapai 4,39 persen.
Pemerintah Kota Kendari menyebut hasil rilis Indeks Harga Konsumen menjadi salah satu dasar dalam mengevaluasi kondisi perekonomian daerah sekaligus menyusun langkah pengendalian inflasi melalui koordinasi lintas instansi.
Pemerintah Kota Kendari juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga di daerah.
Melalui rilis tersebut, Pemerintah Kota Kendari memperoleh gambaran terkini mengenai perkembangan inflasi sepanjang semester pertama 2026.
Data tersebut menjadi bagian dari evaluasi rutin yang digunakan dalam penyusunan langkah pengendalian inflasi daerah melalui koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan instansi terkait. (D-Adv)
Penulis: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS