Pemprov Sultra Siapkan Poros Pariwisata Terintegrasi, Kota Kendari jadi Titik Awal Wisata

Erni Yanti

Reporter

Jumat, 13 Maret 2026  /  2:24 pm

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah saat diwawancarai. Foto: Erni Yanti/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Dinas Pariwisata mulai menyiapkan pengembangan poros pariwisata terintegrasi guna meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus mendorong pendapatan asli daerah (PAD).

Konsep pengembangan tersebut dimulai dari Kota Kendari sebagai pintu masuk utama wisata di seluruh daerah di Sulawesi Tenggara.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah mengatakan, selama ini pariwisata Sultra seringkali hanya dikaitkan dengan Wakatobi. Padahal menurutnya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut masih relatif kecil di banding potensi destinasi lain di Sultra.

“Selama ini kita selalu bicara pariwisata Wakatobi, padahal faktanya banyak tempat wisata lainnya, tersebar di Sulawesi Tenggara, namun terkendala oleh akses yang masih terbatas,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga: Pesantren Ramadan SMAN 7 Kendari: Siswa Dilatih jadi Imam hingga Praktik Salat Jenazah

Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan konsep pengembangan pariwisata baru dengan mengintegrasikan beberapa destinasi dalam satu paket perjalanan wisata. Konsep tersebut dimulai dari Kendari dengan mengunjungi sejumlah pulau wisata yang memiliki potensi besar.

Dalam paket wisata tersebut, wisatawan akan diajak mengunjungi beberapa destinasi, di antaranya Tanjung Kartika, kemudian menuju Pulau Samponda Dalam yang memiliki desa wisata, serta Pulau Samponda Laut yang dikenal sebagai lokasi wisata selam atau diving. Perjalanan wisata kemudian berakhir di Pulau Bokori sebelum kembali ke Kendari.

Ia menjelaskan, paket wisata tersebut dirancang dengan harga sekitar Rp 950 ribu per orang untuk mengunjungi lima pulau. Harga tersebut dinilai lebih terjangkau di banding paket wisata ke beberapa destinasi lain yang bisa mencapai Rp 2,5 juta per orang.

Menurutnya, konsep pengembangan pariwisata terintegrasi ini juga telah mendapat apresiasi dari Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata karena dinilai mampu memperkuat sektor pariwisata daerah sekaligus meningkatkan PAD.

Selain pengembangan paket wisata, pemerintah daerah juga berencana menghadirkan berbagai kegiatan penunjang wisata di Pulau Bokori, seperti wahana flying fox, aktivitas diving, fun bike, hingga lomba kuliner guna kembali menghidupkan daya tarik wisata pulau tersebut.

Dinas Pariwisata Sultra juga mulai memperketat pengelolaan tiket masuk kawasan wisata untuk mencegah kebocoran pendapatan.

Baca Juga: Ramah Tamah dan Buka Puasa Bersama, Pemprov Sultra dan PT Vale Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat

Setiap pengunjung diwajibkan memiliki tiket resmi agar penerimaan daerah dapat terdata dengan baik.

Menjelang libur panjang dan momen Lebaran, Ridwan optimistis kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi di Sulawesi Tenggara akan meningkat.

Pemerintah juga terus melakukan perbaikan infrastruktur menuju kawasan wisata guna memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi para wisatawan.

“Harapan kita pariwisata bisa menjadi salah satu penopang PAD daerah. Karena itu kita berupaya memberikan kenyamanan, keamanan, dan akses yang mudah bagi wisatawan yang datang,” pungkasnya. (C)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS