Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree Kemenag 2025 Resmi Dibuka, Berikut Syarat dan Batas Waktunya
Reporter
Senin, 26 Januari 2026 / 9:22 am
Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree Kemenag resmi dibuka, menawarkan studi lintas negara bagi insan pendidikan keagamaan Indonesia. Foto: Repro Kemenag.
JAKARTA, TELISIK.ID - Peluang studi lanjut kembali terbuka bagi insan pendidikan keagamaan setelah Kementerian Agama resmi membuka pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree dengan skema studi dalam dan luar negeri.
Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama kembali meluncurkan program Beasiswa S2 Double Degree melalui skema Split-Site Master Program Cohort-10. Program ini digelar melalui kolaborasi dengan Australia Awards Indonesia serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Beasiswa ini dirancang untuk ditempuh selama dua tahun dengan skema pembelajaran lintas negara. Para calon awardee yang dinyatakan lolos seleksi akan menempuh pendidikan satu tahun di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, serta satu tahun berikutnya di program Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL) University of Canberra, Australia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa program gelar ganda ini merupakan pengembangan dari Beasiswa Indonesia Bangkit yang selama ini didorong melalui skema pendanaan bersama.
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik internasional pendidikan keagamaan Indonesia.
“Program Beasiswa Master Gelar Ganda merupakan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia,” ujar Kamaruddin Amin di Jakarta, seperti dikutip dari situs resmi Kemenag, Senin (26/1/2026).
Alumni Bonn University tersebut menambahkan, kemitraan dengan universitas terkemuka di Australia, termasuk University of Canberra, memberikan ruang penguatan kapasitas akademik sekaligus perluasan jaringan global bagi para penerima beasiswa. Program ini, kata dia, tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan kompetensi profesional.
Kamaruddin berharap keluarga besar Kementerian Agama dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal. Ia menilai program beasiswa ini memiliki nilai strategis bagi pengembangan karier individu sekaligus penguatan institusi pendidikan keagamaan di Indonesia.
Baca Juga: Beasiswa LPDP Batch 1 2026 Resmi Dibuka, Berikut Syarat Lengkap dan Alur Terbarunya
“Beasiswa S2 Double Degree sangat strategis mengembangkan karier dan memperkuat lembaga pendidikan keagamaan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Puspenma Ruchman Basori menjelaskan bahwa sasaran penerima beasiswa mencakup berbagai unsur di lingkungan Kementerian Agama. Program ini diperuntukkan bagi pendidik, tenaga kependidikan, dosen, alumni perguruan tinggi keagamaan, serta pegawai Kementerian Agama dari berbagai satuan kerja.
Ruchman menekankan pentingnya kesiapan akademik dan administratif bagi para calon pendaftar. Ia berharap civitas academica dari lembaga pendidikan di bawah Ditjen Pendidikan Islam, Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, serta Pusat Konghucu dapat mempersiapkan diri secara matang.
Menurutnya, program ini juga diarahkan untuk mendukung kaderisasi guru dan dosen Bahasa Inggris di lingkungan pendidikan keagamaan.
Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree ini dibuka mulai 25 Januari hingga 15 Februari 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi beasiswa.kemenag.go.id.
Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, tes bakat skolastik, wawancara oleh Kementerian Agama, serta seleksi lanjutan bersama Australia Awards Indonesia berupa tes IELTS dan wawancara khusus.
Adapun persyaratan utama yang harus dipenuhi calon peserta Beasiswa S2 Double Degree Split-Site Master Program Cohort-10 Tahun 2026 meliputi sejumlah ketentuan berikut:
1. Tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pegawai di lingkungan Kementerian Agama, dan atau alumni Perguruan Tinggi Keagamaan.
2. Berusia maksimal 40 tahun pada 31 Desember 2026.
3. Lulusan S-1 atau D-4 dari seluruh program studi dengan IPK minimal 3,00 skala 4,00.
4. Belum pernah atau tidak sedang menempuh pendidikan jenjang magister.
5. Memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan skor IELTS minimal 6,0 atau TOEFL ITP 500.
6. Memperoleh surat rekomendasi dari instansi terkait dan atau akademisi atau tokoh masyarakat.
Baca Juga: Persiapan Pendaftaran KIP Kuliah 2026, Cek Syarat dan Jadwal Resminya
7. Tidak sedang menerima pembiayaan pendidikan dari sumber beasiswa lain.
8. Menyusun personal statement atau motivation essay.
9. Menyusun rencana studi secara sistematis.
10. Tidak sedang atau akan mendaftar sebagai ASN selama proses dan masa penerimaan beasiswa.
11. Menyetujui pernyataan komitmen dan integritas pada aplikasi pendaftaran.
Informasi lebih lanjut terkait layanan dan program Kementerian Agama dapat diakses melalui portal resmi kemenag.go.id. Melalui laman tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi mengenai regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, serta publikasi dan berita resmi dari pusat hingga daerah. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS