Pendidikan Seks Meresahkan di Amerika, Siswa Diajari Seks Anal Hingga Masturbasi

Adinda Septia Putri

reporter

Kamis, 23 Maret 2023  /  9:59 pm

Di Amerika, pendidikan seks melenceng dari misi utamanya untuk mencegah pelecehan seksual dan penyakit menular. Foto: Tirto.id

OREGON, TELISIK.ID - Pendidikan seks saat ini banyak diterapkan di kurikulum sekolah berbagai negara yang mempunyai misi mencegah pelecehan seksual dan penyakit menular.

Kurikulum pendidikan seksual yang seharusnya diisi dengan pengajaran kesehatan organ reproduksi kepada siswa, di Amerika justru melenceng dari hal tersebut.

Dilansir dari Liputan6.com, kurikulum pendidikan seks di beragam sekolah menengah di Amerika Serikat dipandang meresahkan oleh banyak orangtua siswa. Materi yang disajikan untuk anak-anak di bawah umur itu meliputi seks anal, seks oral, dan masturbasi, disertai ilustrasi posisi tubuh.

Baca Juga: Deretan Fakta Gempa Ekuador, Kekuatan 6,8

Tak berhenti di situ, perpustakaan sekolah menengah juga menyediakan bacaan tambahan berjudul Sex, Puberty, and All That Stuff, yakni sebuah buku yang menjelaskan foreplay dan cara menggosok klitoris untuk menghasilkan kenikmatan.

Sementara, kurikulum Massachusetts memberi tahu siswa kelas tujuh cara menggunakan cling wrap sebagai pelindung gigi untuk melakukan seks oral yang aman. Mayoritas negara bagian mewajibkan pendidikan seks berlabel komprehensif, berkat lobi agresif para aktivis.

Planned Parenthood, produsen kurikulum pendidikan seks terbesar untuk sekolah umum, berpendapat bahwa anak-anak berhak mengetahui bagaimana mengalami berbagai bentuk kenikmatan seksual.

Baca Juga: Pemukiman Berusia 9.300 Tahun Ditemukan di Turki

Dikutip dari Cnnindonesia.com, Amerika Serikat (AS) memiliki program pendidikan seks yang lebih bervariasi di berbagai sekolah dan wilayah. Menurut Guttmacher Institute, hanya setengah negara bagian yang memasukkan pendidikan mengenai HIV dalam program mereka.

Secara keseluruhan, Planned Parenthood melaporkan pada rentang waktu 2011-2013, sebanyak 43 persen perempuan dewasa dan 57 persen pria dewasa tidak menerima informasi tentang kontrol kelahiran sebelum mereka melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya. (C)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Kardin 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS