Peneliti Temukan Fakta Baru Mimosa Pudica yang Malu Saat Disentuh

Nur Khumairah Sholeha Hasan

reporter

Jumat, 25 November 2022  /  10:29 am

Para peneliti memiliki rekaman video yang telah mengungkapkan bagaimana tanaman menutup dalam hitungan detik, meskipun saraf dan ototnya kurang. Foto: Repro Picturethisai.com

KENDARI, TELISIK.ID - Siapa yang tak mengenal putri malu atau mimosa pudica? Tumbuhan yang ketika disentuh akan menutup. Mimosa adalah perdu pendek anggota suku polong-polongan.

Mengutip dari Okezone.com, ada faktor lain yang membuat tanaman ini bisa tertutup seperti goyangan, tiupan, sampai rangsangan berupa panas. Gerakan menutupnya putri malu tersebut disebut dengan seismonasti.

Dilansir dari Livescience.com, para peneliti melakukan eksperimen untuk mempelajari faktor yang memengaruhi putri malu menutup saat disentuh.

Dari penelitian tersebut didapati beberapa fakta jika putri malu ternyata memiliki kilatan cahaya membidik di sepanjang duri daun bernoda fluoresen dari tanaman ini saat mereka melipat. 

Ini saat mereka melihat pergerakannya dalam sebuah video. Rekaman mencolok telah mengungkapkan bagaimana tanaman menutup dalam hitungan detik, meskipun saraf dan ototnya kurang. 

Baca Juga: 4 Ikan dengan Penampilan Terunik di Dunia

Hingga saat ini para peneliti telah menduga bahwa salah satu potensi aksi adalah mekanisme pensinyalan utama yang digunakan oleh tanaman putri malu. Saat sel terdepolarisasi, mereka melepaskan ion kalsium yang bereaksi dengan penanda fluoresen yang ditempatkan pada tanaman yang bermutasi.

Kilatan yang paling mencolok adalah yang menyala secara berurutan di sepanjang bagian tengah daun yang disebut pulvini, yang menarik kembali selebaran ke arah duri daun menggunakan perubahan tekanan air.

Baca Juga: 5 Fakta Unik dan Aneh Dunia di Antaranya Ngirim Bangunan Bank Lewat Kantor Pos

Namun, sinyal fluoresen yang lebih redup yang berada di sepanjang selebaran dari tempat stimulus terdeteksi ke pulvinus terdekat, sebelum organ pelipat mulai berkedip. Setelah satu pulvinus diaktifkan, ia kemudian mengirimkan sinyal ke pulvini yang berdekatan, sehingga menciptakan efek yang cerah di sepanjang punggung daun. 

Video itu menunjukkan bahwa pulvini menerima sinyal sekitar 0,1 detik sebelum selebaran berkontraksi, yang sangat cepat untuk tanaman. Teori terbaru adalah untuk melindungi diri dari serangga lapar. 

Dalam studi tersebut, para peneliti menciptakan varian genetik tambahan dari tanaman putri malu, yang tidak memiliki pulvini sehingga tidak dapat menutup daunnya. Tim kemudian memaparkan tanaman yang bermutasi dan tidak bermutasi ke belalang dan menemukan bahwa tanaman yang bermutasi memiliki lebih banyak daun yang dimakan oleh serangga. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha  Hasan

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS