Pesantren Ramadan SMAN 7 Kendari: Siswa Dilatih jadi Imam hingga Praktik Salat Jenazah
Reporter
Jumat, 13 Maret 2026 / 11:37 am
Pengajian bersama seluruh warga sekolah SMAN 7 Kendari rangkaian penutupan pesantren ramadan. Foto: Ana Pratiwi/Telisik
KENDARI, TELISIK.ID - SMA Negeri 7 Kendari menggelar kegiatan pembelajaran bernuansa pesantren selama bulan Ramadan yang diikuti seluruh siswa kelas X-XII.
Program ini diisi dengan materi keagamaan, praktik ibadah, hingga tadarus Al-Quran guna memperkuat karakter religius siswa.
Kepala SMAN 7 Kendari, La Ode Muhammad Sauf mengatakan, kegiatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Selama Ramadan kami melaksanakan pembelajaran bernuansa pesantren yang diikuti seluruh siswa. Mereka mendapatkan materi keagamaan secara teori maupun praktik,” kata Sauf, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, dari sisi teori siswa mendapatkan materi singkat berupa kuliah tujuh menit (kultum) yang membahas berbagai topik, seperti ibadah, muamalah, hingga pemahaman dasar keagamaan.
Sementara dalam praktiknya, siswa dilatih melaksanakan berbagai ibadah. Salah satu yang menjadi fokus adalah praktik salat, terutama salat tarawih dan witir selama Ramadan.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa secara bergantian ditunjuk menjadi imam. Cara ini dilakukan untuk melatih keberanian dan membiasakan siswa memimpin salat berjamaah.
“Anak-anak kami bergantian menjadi imam agar terlihat siapa yang benar-benar siap dan sekaligus melatih mereka terbiasa memimpin salat,” ujarnya.
Baca Juga: HUT ke-80 RI, SMAN 7 Kendari Beri Penghargaan Guru dan Siswa Berprestasi
Selain itu, sekolah juga membiasakan siswa melaksanakan salat dhuha sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan ibadah sunnah. Tidak hanya itu, siswa juga diberikan praktik penyelenggaraan salat jenazah agar memiliki pengalaman ketika suatu saat dibutuhkan di masyarakat.
Menurut Sauf, pembelajaran keagamaan seperti ini penting untuk membentuk karakter siswa agar nilai-nilai agama tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk karakter siswa agar nilai-nilai agama tidak hanya dipelajari di sekolah, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan mereka,” jelasnya.
Selain kegiatan praktik ibadah, pihak sekolah juga menggelar tadarus Al-Quran setiap hari setelah kegiatan belajar mengajar. Program ini dimulai sejak awal Ramadan, tepatnya 2 Maret.
Setiap kelas ditargetkan membaca minimal satu juz Al-Quran. Kegiatan tadarus berlangsung sekitar pukul 13.00 Wita hingga 14.00 Wita dan didampingi oleh guru.
Dalam setiap kelas, minimal dua hingga empat guru ikut mendampingi kegiatan tersebut. Bahkan guru yang tidak mengajar pada jam terakhir turut dilibatkan.
“Bukan hanya siswa yang terlibat, tetapi guru dan staf juga ikut mendampingi supaya nuansa Ramadan benar-benar dirasakan oleh seluruh warga sekolah,” katanya.
Sauf berharap seluruh kegiatan pembelajaran bernuansa pesantren ini dapat membentuk karakter siswa menjadi lebih baik, baik dari segi sikap maupun perilaku.
Ia juga mengajak, para orang tua untuk ikut berkolaborasi dengan sekolah dalam membiasakan kegiatan keagamaan di rumah.
“Kami berharap orang tua juga ikut mendukung agar nilai-nilai keagamaan yang dipelajari di sekolah bisa terus diterapkan di rumah,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah berencana melanjutkan kebiasaan membaca Al-Quran setelah Ramadan. Kegiatan keagamaan akan dilaksanakan rutin setiap Jumat setelah libur Idul Fitri.
Program tersebut diawali dengan pembacaan Surah Yasin bersama pada pagi hari sebelum pembelajaran dimulai, lalu dilanjutkan kembali menjelang akhir kegiatan belajar.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan, para siswa dan guru di SMAN 7 Kendari juga menggelar pengajian serta pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut menjadi momen refleksi spiritual sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga sekolah selama menjalani ibadah Ramadan.
“Harapannya kebiasaan membaca Al-Quran ini tidak berhenti di bulan Ramadan saja, tetapi bisa menjadi budaya di sekolah,” tutup Sauf.
Baca Juga: Penerimaan Siswa Baru SMAN 7 Kendari Dibuka, Fokus Cetak Lulusan Unggul
Di akhir kesempatan, Sauf juga mengajak masyarakat di sekitar wilayah zonasi sekolah seperti Alolama, Labibia, dan Tobuuha untuk menyekolahkan anaknya di SMAN 7 Kendari.
Menurutnya, sekolah tersebut terus mengalami perkembangan. Bahkan belum lama ini mendapat kunjungan dari Abdul Mu'ti bersama Andi Sumangerukka yang melihat langsung kondisi sekolah.
“SMAN 7 Kendari sekarang jauh lebih maju. Kami juga sedang menyiapkan sekolah ini menjadi Sekolah Garuda Unggulan Transformatif,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS