PT Vale Indonesia Tbk Jual 2,2 Juta Ton Ore Nikel di Morowali Awal 2026, Operasi IGP Tetap Stabil

Ana Pratiwi

Reporter

Minggu, 15 Februari 2026  /  9:35 am

Dua petugas lapangan PT Vale memantau aktivitas penambangan ore di area tambang Morowali. Foto: Ist.

MOROWALI, TELISIK.ID - PT Vale Indonesia Tbk mencatat produksi dan penjualan 2,2 juta ton ore pada awal 2026 melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, di tengah tekanan harga komoditas global, tantangan rantai pasok, dan tuntutan standar keberlanjutan industri tambang.

Perusahaan yang merupakan anggota holding tambang nasional MIND ID itu menyebut capaian tersebut menunjukkan stabilitas operasional dan konsistensi kinerja proyek.

Meski industri nikel menghadapi fluktuasi pasar dan peningkatan standar kepatuhan lingkungan.

Direktur dan Chief Project Officer PT Vale, Muhammad Asril mengatakan, realisasi penjualan di awal tahun merupakan hasil kolaborasi lintas tim dan dukungan para pemangku kepentingan.

“Capaian 2,2 juta ton penjualan ore pada awal tahun ini adalah buah dari kolaborasi dan komitmen bersama. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan, mitra kerja, kontraktor, pemerintah, serta seluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan penuh sehingga operasional dapat berjalan dengan baik di tengah berbagai tantangan,” ujar Asril dalam keterangan pers, Rabu (12/2/2026).

Baca Juga: PT Vale Perlihatkan Praktik Tambang Berkelanjutan di Morowali pada Aparat Desa dan Kecamatan

Menurut dia, capaian tersebut tidak hanya diukur dari volume produksi, tetapi juga dari konsistensi penerapan prinsip pertambangan bertanggung jawab.

Operasi proyek diklaim tetap mengedepankan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah tambang di Morowali.

Sepanjang Januari 2026, perusahaan melaporkan telah melakukan hydroseeding seluas 16 hektare, memasang sarana pengendalian erosi di mine haul road, serta mengoperasikan fasilitas nursery dengan kapasitas awal 400 ribu bibit per tahun untuk mendukung reklamasi pasca tambang.

Head of Mine Operation Bahodopi PT Vale, Wafir menyebut, realisasi awal tahun menjadi indikator kesiapan proyek menjaga stabilitas operasional jangka panjang.

Baca Juga: PT Vale Edukasi Siswa Morowali Kelola Sampah dan 3R saat Peringatan HPSN

“Keberhasilan ini merupakan hasil penguatan sistem operasional, perencanaan tambang yang terintegrasi, dan koordinasi yang solid antara tim proyek dan operasional. Kami terus meningkatkan efisiensi, pengendalian risiko, serta implementasi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat untuk memastikan keberlanjutan proyek ke depan,” kata Wafir.

Ia menambahkan, dinamika industri nikel pada awal 2026 dijadikan momentum untuk memperkuat ketangguhan organisasi dan manajemen risiko. Perusahaan fokus pada efisiensi operasional, peningkatan produktivitas alat, serta penguatan budaya kerja berbasis keselamatan.

PT Vale menargetkan capaian awal 2,2 juta ton ore menjadi fondasi untuk menjaga tren kinerja sepanjang 2026, dengan menyeimbangkan produktivitas dan tanggung jawab lingkungan serta dampak ekonomi bagi daerah sekitar tambang. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS