Ilmuwan Jepang Ciptakan Cyborg Kecoa, Bisa Menyelam hingga 3 Jam
Merdiyanto , telisik indonesia
Minggu, 12 Juli 2026
0 dilihat
Tim peneliti internasional yang dipimpin ilmuwan dari Waseda University Jepang dan Nanyang Technological University (NTU) Singapura berhasil mengembangkan “cyborg kecoa” yang mampu bertahan menyelam sampai 3 jam. Foto: Repro CNN Indonesia
" Sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin oleh ilmuwan dari Waseda University Jepang dan Nanyang Technological University (NTU) Singapura berhasil mengembangkan “cyborg kecoa” "

TOKYO, TELISIK.ID - Sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin oleh ilmuwan dari Waseda University Jepang dan Nanyang Technological University (NTU) Singapura berhasil mengembangkan “cyborg kecoa” yang dilengkapi dengan baju selam mini.
Kecoa ini mampu bertahan dan bergerak di bawah air selama hingga tiga jam, membuka peluang baru untuk operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana.
Teknologi ini memanfaatkan kecoa Madagascar (Gromphadorhina portentosa) yang telah dilengkapi dengan implan elektronik untuk mengendalikan gerakannya secara remote.
Inovasi terbaru adalah baju selam fleksibel yang dicetak 3D, berfungsi seperti tangki oksigen bagi penyelam manusia, melansir Live Science, Sabtu (11/7/2026).
Baju ini dilengkapi generator oksigen kimia yang memasok udara langsung ke lubang pernapasan (spirakel) kecoa.
Baca Juga: OPPO Reno16 F 5G Resmi Hadir di Indonesia: Dibekali Baterai Monster 7000mAh, Ini Harga dan Spesifikasinya
Menurut Profesor Hirotaka Sato dari NTU Singapore, yang memimpin penelitian ini, “Baju selam serangga baru kami bekerja seperti tangki oksigen penyelam manusia. Ini memungkinkan cyborg kecoa bertahan dan bergerak di lingkungan bawah air atau kekurangan oksigen.”
Potensi Penyelamatan Jiwa
Kecoa cyborg ini dirancang untuk menyusup ke celah sempit, reruntuhan bangunan, saluran air, dan area banjir yang sulit dijangkau oleh robot atau anjing pelacak.
Kemampuan menyelam hingga 3 jam memungkinkan mereka mencari korban di lokasi banjir atau pasca-tsunami di mana air menjadi penghalang utama.
Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature Communications pada 29 Juni 2026. Tim juga melengkapi kecoa dengan kamera inframerah untuk mendeteksi panas tubuh korban di kegelapan, melansir CNN Indonesia, Sabtu (11/7/2026).
Kolaborasi Jepang-Singapura
Proyek ini melibatkan kolaborasi erat antara Waseda University (Jepang) dan NTU Singapore. Ilmuwan Jepang telah lama aktif dalam pengembangan cyborg serangga, termasuk penelitian sebelumnya di RIKEN yang menggunakan panel surya mini untuk mengisi daya perangkat kontrol.
Profesor Sato menekankan bahwa pendekatan ini menggabungkan kecerdasan alam serangga dengan teknologi manusia.
“Di lokasi bencana yang sulit setelah hujan deras atau banjir, cyborg serangga ini bisa sangat meningkatkan upaya pencarian dan penyelamatan,” ujarnya.
Meski menuai pujian karena potensinya menyelamatkan nyawa manusia, inovasi ini juga memicu diskusi etika mengenai penggunaan hewan hidup untuk tujuan teknologi.
Baca Juga: Yamaha Rilis Cygnus XR 155 70th Anniversary Edition dan Terbatas 1.200 Unit, Berikut Harga hingga Spesifikasinya
Tim peneliti menyatakan bahwa kecoa dipilih karena daya tahan alaminya yang tinggi dan kemampuannya bergerak di lingkungan ekstrem.
Penelitian ini masih dalam tahap pengembangan, tetapi tim berharap dalam waktu dekat dapat diterjunkan dalam skala swarm untuk misi penyelamatan nyata.
Teknologi cyborg serangga ini bisa menjadi terobosan besar di bidang robotika bio-hibrida, khususnya bagi negara rawan bencana seperti Jepang dan Indonesia. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS