Warga Gotong Royong Tangani Jalan Provinsi yang Rusak

Berto Davids, telisik indonesia
Selasa, 22 November 2022
0 dilihat
Warga Gotong Royong Tangani Jalan Provinsi yang Rusak
Warga 4 desa di Reok Barat dibantu sekcam gotong royong menangani jalan provinsi yang rusak parah di Kampung Munta. Foto: Berto Davids/Telisik

" Aksi gotong royong itu dilakukan pada Selasa (22/11/2022) di titik Kampung Munta, Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat "

MANGGARAI, TELISIK.ID - Pasca menggelar aksi protes dengan menanam pohon pisang beberapa hari lalu, kini warga di Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya gotong royong menangani jalan provinsi yang rusak.

Aksi gotong royong itu dilakukan pada Selasa (22/11/2022) di titik Kampung Munta, Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat.

Jalan di Kampung Munta dianggap titik paling terparah sepanjang jalan provinsi yang menghubungkan Kedindi Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai dan Hita Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat.

Masyarakat dari 4 desa di Reok Barat berjibaku mengangkut batu-batu dari gunung untuk menutup titik-titik yang rusak, dibantu para kepala desa dan pegawai kecamatan.

Kurang lebih sekitar 3 dump truck yang digerakkan untuk membantu mengangkut batu dan menimbun jalan yang berlubang.

Kendati penanganan tersebut ala kadarnya dan hanya bersifat sementara, aksi warga ini merupakan sebuah langkah antisipasi agar kendaraan bisa melintas dengan nyaman dari sebelumnya, terutama kendaraan pengangkut hasil pertanian.

"Ini langkah antisipasi supaya bisa menyelamatkan kendaraan yang melintas. Terus terang saja sumber kehidupan kami di wilayah ini semata dari dagangan hasil pertanian. Kalau jalannya sudah rusak seperti ini lantas bagaimana kami bisa memasarkan hasil pertanian, apalagi kalau kendaraan pengangkutnya macet karena jalan rusak," tutur Rikardus Jumin, warga Kampung Munta yang ditemui Telisik.id di lokasi.

Ia mengaku, jalan tersebut sudah hampir 5 tahun tak diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai, sehingga terkesan dibiarkan tak terurus.

"Terpaksa kami harus gotong royong. Mau tunggu pemerintah provinsi kapan. Perbaikan memang sudah sering berjalan selama ini, hanya hari ini kami dibantu oleh warga 3 desa tetangga. Mudah-mudahan kalau curah hujannya berkurang, mobil sudah bisa melintas, begitupun manusia," ujar Rikardus.

Baca Juga: Pemkab Muna Tekan Inflasi Lewat Bantuan Program

Ia berharap gubernur dan DPRD Provinsi NTT cepat menindaklanjuti jalan tersebut demi kesejahteraan warga.

"Jalan ini sudah rusak sejak 2017. Katanya mau diperbaiki di tahun 2019 tetapi beralasan COVID-19 sampai tahun 2021. Masuk tahun 2022 belum ada tanda-tanda hingga akhir tahun. Mudah-mudahan tahun 2023 ini sudah ada jawaban baik dari gubernur demi kesejahteraan masyarakat," harapnya.

Bupati Manggarai, Heribertus Nabit yang saat itu datang meninjau lokasi jalan rusak, sangat mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif gotong royong yang dilakukan warga.

Ia bilang, upaya yang dilakukan warga merupakan hal positif yang perlu disambut dengan baik oleh semua pihak.

"Pemerintah melihat gotong royong ini sebagai sesuatu yang positif. Karena itu saya berharap agar kekompakan ini dapat bertumbuh kembang dalam semangat orang Manggarai," kata Bupati Nabit saat dimintai komentarnya.

Ia pun meminta semua pihak dapat memahami kondisi keuangan Provinsi NTT yang serba terbatas sejak pandemi COVID-19 sampai dengan sekarang.

Karena itu, gotong royong ini merupakan sebuah kredit poin untuk warga yang perlu diapresiasi dan ditingkatkan.

"Terima kasih karena kita sudah memahami kondisi keuangan pemerintah. Mari lakukan apa yang bisa kita berikan tanpa harus memaki-maki atau melecehkan satu sama lain. Bekerjalah dengan tulus agar semuanya berjalan baik," tutur bupati terpilih Pilkada serentak 2020 itu.

Ia juga mengaku bahwa pihaknya sudah sering melakukan lobi-lobi ke provinsi, baik melalui surat maupun melalui anggota DPRD terkait perbaikan jalan itu. Namun jawaban provinsi kembali pada kondisi keuangan yang terbatas sejak pandemi 2019 sampai sekarang.

Pada tahun 2023, kata dia, perbaikan jalan ini sudah masuk dalam rancangan APBD 1. Semoga semuanya dapat segera terwujud.

Sedangkan untuk mengambil alih status jalan menjadi jalan kabupaten, tidak semudah itu. Sebab semuanya butuh proses apalagi masih banyak jalan kabupaten yang belum terurus.

"Kita urus dulu yang kabupaten punya ini, masih banyak titik-titik yang perlu perbaikan. Jangan ambil alih propinsi punya sementara kita punya juga masih ada yang belum. Kondisi keuangan kita begitu-begitu saja. Harap sama-sama memahami," kata mantan Direktur BOPLBF ini.

Terkait rencana selanjutnya, Nabit menjelaskan bahwa tahun depan ada dana Rp 5 miliar yang dikucurkan untuk menangani jalan provinsi yang rusak. Tetapi tidak semua ditangani. Yang ditangani hanyalah titik-titik terparah.

Baca Juga: Pasien Rumah Sakit Murni Teguh Medan Kecewa karena Sempat Ditolak

"Tahun depan ada Rp 5 miliar untuk penanganan jalan provinsi. Saya tidak omong dari Kedindi sampai Hita tetapi hanya titik-titik terparah saja yang diperbaiki," ujarnya.

Saat ini juga pihaknya sudah membuka jalan baru sepanjang 3 kilo-an lebih.

Jalan yang menghubungkan Kampung Munta dan Sambor itu akan dijadikan jalan alternatif untuk jalan provinsi yang rusak sekaligus menjadi jalan perluasan pertanian dan pemukiman.

"Rencananya kami mau buka jalan baru itu sampai 6 kilo-an, semoga tidak ada hambatan. Untuk sementara sekitar 3 kilo-an yang sudah dibuka," katanya. (B)

Penulis: Berto Davids

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga