PT. VDNI Bungkam Terkait Masuknya TKA China di Konawe

Muhamad Surya Putra

Reporter Konawe

Jumat, 01 Mei 2020  /  8:55 pm

TKA China datang ke Indonesia untuk bekerja Foto: repro indeknews.com

KONAWE, TELISIK.ID - Entah alasan apa yang mendasari mengapa ratusan TKA itu didatangkan, mengingat saat ini masa pandemi akibat COVID-19 ini.

Terjadi penolakan dari berbagai kalangan mulai legislatif hingga eksekutif yang ada di Sultra. Terakhir Bupati Konawe Kery saiful Konggoasa secara gamblang menolak kedatangan TKA tersebut.

"Kalaupun TKA akan masuk, mereka harus benar-benar steril," ungkapnya baru-baru ini.

Saat dihubungi awak media telisik.id, Bagian Humas PT. VDNI Indrayanto, enggan memberikan komentar terkait berapa jumlah TKA asing yang bekerja di perusahaannya dan mengapa didatangkan pekerja asing di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Ketua DPRD Sultra Siap Pimpin Demonstrasi Tolak 500 TKA

"Buatkan surat saja ya pak, nanti kami teruskan ke manajemen," begitu jawaban pihak Humas PT. VDNI saat dimintai keterangan, Jumat (01/05/2020).

Tenaga kerja asing (TKA) asal China berjumlah 500 orang akan bekerja di Indonesia untuk bekerja di perusahaan pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).

Kedatangan TKA ini mendapat penolakan dari semua kalangan mulai dari legislatif, Bupati Konawe hingga  Gubernur Sultra. Namun Kementerian Ketenagakerjaan saat ini sudah menerbitkan izin kerja untuk para TKA itu dengan pertimbangan pekerjaan mereka dalam proyek strategis nasional.

Ratusan pekerja asal China yang dipersoalkan itu datang untuk bekerja di dua perusahaan berbasis di Kabupaten Konawe, salah satunya yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).

Reporter: Muh. Surya Putra

Editor: Sumarlin