Pulangkan Dua Bocah, Direktur RS Raha : Kami Tetap Awasi

Sunaryo

Reporter Muna

Sabtu, 21 Maret 2020  /  7:49 pm

IF dan CA sudah berada dirumahnya di Pola. Foto: Ist

MUNA, TELISIK.ID - Pihak Rumah Sakit (RS) Raha dinilai tidak serius dalam menangani penyebaran virus COVID-19. Buktinya, dua bocah asal Desa Pola, Kecamatan Pasir Putih, IF (3) dan CA (2) yang baru saja menjalani pemeriksaan kesehatan di RS dipulangkan kembali ke rumahnya.  

Padahal, kakak beradik itu terindikasi ada gejala terinfeksi  COVID-19 dengan tanda-tanda batuk dan panas.

Dipulangkanya, kedua bocah yang baru tiba dari Malaysia itu sontak mendapat reaksi dari penggiat Media Sosial (Medsos). Mereka menyayangkan RS Raha yang memulangkan keduanya. Karena, bila positif mengidap penyakit itu, akan membahayakan warga lain. Utamanya yang serumah dan para tetangga. Lalu,  ada juga yang menyebut pihak RS takut melakukan perawatan, karena standar pemeriksaan dan Alat Pelindung Diri (APD) tidak tersedia.

Direktur RS, dr Marlin menerangkan, kedua bocah itu dipulangkan untuk dilakukan karantina mandiri di rumahnya selama 14 hari.

"Selama karantina akan diawasi petugas puskesmas dan dilarang berinterkasi dengan orang lain," kata Marlin.  

Dari hasil pemeriksaan dokter anak, keduanya hanya mengalami batuk dan panas, tanpa sesak. Makanya, untuk mempercepat penyembuhan disarankan untuk banyak beristirahat dirumah.

"Obat-obatan sudah diberikan dan akan terus dipantau oleh petugas," ungkapnya.  

Bagaimana dengan ibunya? Katanya, hasil pemeriksaan, kondisinya stabil. Hanya memang, kedua anaknya yang mengalami batuk dan panas.

"Kondisi ibunya baik," tandasnya.

Reporter: Naryo

Editor: Sumarlin

TOPICS

Muna COVID-19