RI Mantap Belanja Rudal BrahMos India-Rusia, Nilai Kontrak Rp 5,9 Triliun
Reporter
Minggu, 15 Maret 2026 / 12:52 pm
Rudal BrahMos melaju Mach 3, jangkauan hingga 400 kilometer dengan presisi tinggi. Foto: Repro Wikipedia
JAKARTA, TELISIK.ID - Indonesia mencapai kesepakatan pembelian rudal BrahMos guna memperkuat sistem pertahanan maritim nasional.
Pemerintah Indonesia mencapai kesepakatan dengan India untuk mengakuisisi sistem rudal supersonik BrahMos sebagai bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan. Kesepakatan tersebut dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sebagai bagian dari program peningkatan kemampuan militer nasional, khususnya pada sektor pertahanan maritim.
Pembelian sistem rudal ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia di wilayah perairan yang luas. Meski demikian, pemerintah belum mengumumkan secara resmi nilai total kontrak yang disepakati dalam kerja sama pengadaan sistem persenjataan tersebut.
Juru bicara Kementerian Pertahanan RI, Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut merupakan bagian dari program modernisasi alutsista yang tengah dijalankan pemerintah. Ia menegaskan bahwa penguatan kemampuan militer menjadi salah satu prioritas dalam menghadapi dinamika keamanan kawasan.
“Kesepakatan ini merupakan bagian dari modernisasi peralatan militer dan kemampuan pertahanan, khususnya di sektor maritim,” kata Rico kepada Reuters, seperti dikutip dari Kompas, Minggu (15/3/2026).
Laporan Reuters menyebutkan bahwa perusahaan BrahMos Aerospace sebelumnya telah menyatakan pembicaraan dengan Indonesia berada pada tahap lanjut. Perusahaan tersebut memperkirakan nilai kesepakatan berada pada kisaran 200 juta dollar AS hingga 350 juta dollar AS, atau sekitar Rp 3,3 triliun sampai Rp 5,9 triliun.
BrahMos Aerospace merupakan perusahaan patungan yang dimiliki oleh pemerintah India dan Rusia. Perusahaan ini dibentuk melalui kerja sama antara lembaga penelitian militer India dan industri pertahanan Rusia untuk mengembangkan sistem rudal jelajah berkecepatan tinggi.
Baca Juga: Pintu Perang Dunia ke-3 Menuju Asia, Kim Jong Un Tekan Tombol 2 Rudal Jelajah Siap Tempur
Rudal BrahMos dikenal sebagai salah satu rudal jelajah supersonik tercepat yang saat ini beroperasi di dunia. Sistem senjata ini dikembangkan bersama oleh Defence Research and Development Organisation (DRDO) milik India dan perusahaan Rusia NPO Mashinostroyenia.
Nama BrahMos diambil dari dua sungai besar yang berada di wilayah kedua negara tersebut, yakni Sungai Brahmaputra di India dan Sungai Moskva di Rusia. Penamaan ini mencerminkan kerja sama teknologi pertahanan antara kedua negara dalam pengembangan sistem senjata tersebut.
Secara teknis, rudal BrahMos mampu melaju dengan kecepatan sekitar Mach 2,8 hingga Mach 3, atau hampir tiga kali kecepatan suara. Versi ekspor rudal tersebut memiliki jangkauan sekitar 290 kilometer, sementara varian terbaru dilaporkan mampu menjangkau lebih dari 400 kilometer.
Selain memiliki kecepatan tinggi, rudal BrahMos dirancang dengan tingkat presisi yang tinggi serta kemampuan terbang pada ketinggian rendah. Kemampuan ini memungkinkan rudal menghindari deteksi radar lawan dan meningkatkan efektivitas serangan terhadap target yang dituju.
Salah satu keunggulan utama sistem BrahMos terletak pada fleksibilitas platform peluncurannya. Sistem ini dapat diluncurkan dari berbagai platform militer, mulai dari peluncur berbasis darat, kapal perang, kapal selam, hingga pesawat tempur.
Di India sendiri, rudal BrahMos telah digunakan oleh tiga matra militer, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Penggunaan tersebut menjadi bagian dari strategi pertahanan untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi jarak jauh.
Sebelum Indonesia, Filipina menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang membeli sistem rudal BrahMos dari India. Negara tersebut menandatangani kontrak pembelian pada tahun 2022 dan mulai menerima pengiriman rudal pada tahun 2024.
Baca Juga: Iran dan Amerika Saling Klaim Rudal Balistiknya Gunakan AI untuk Target Presisi
Pengadaan rudal BrahMos oleh Indonesia dipandang sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat sistem pertahanan wilayah maritim. Indonesia memiliki wilayah laut yang luas serta posisi geografis strategis yang mencakup sejumlah jalur pelayaran penting dunia.
Sejumlah jalur pelayaran tersebut antara lain Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, serta jalur laut di sekitar Selat Makassar. Jalur-jalur ini merupakan lintasan penting bagi aktivitas perdagangan dan pergerakan kapal internasional.
Dengan sistem rudal anti-kapal berbasis darat seperti BrahMos, kemampuan pertahanan Indonesia di wilayah perairan dinilai dapat meningkat. Sistem ini juga diharapkan memperkuat daya tangkal militer Indonesia dalam menghadapi potensi ancaman di kawasan maritim. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS