Iran dan Amerika Saling Klaim Rudal Balistiknya Gunakan AI untuk Target Presisi
Merdiyanto , telisik indonesia
Minggu, 08 Maret 2026
0 dilihat
Iran dan Amerika saling klaim tentang rudal balistik mereka menggunakan teknologi AI. Foto: Repro US Army
" Iran kembali menegaskan bahwa rudal balistik dan hipersonik mereka telah diintegrasikan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) "

TEHERAN, TELISIK.ID - Di tengah eskalasi konflik dengan Israel dan Amerika Serikat, Iran kembali menegaskan bahwa rudal balistik dan hipersonik mereka telah diintegrasikan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk sistem targeting yang lebih canggih.
Klaim ini pertama kali muncul pada 2025, ketika Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan penggunaan AI dalam rudal seperti Fattah-2 dan Kheibar Shekan, yang konon mampu menganalisis data real-time untuk menghindari sistem pertahanan musuh.
Menurut pernyataan resmi IRGC, teknologi AI memungkinkan rudal-rudal ini untuk melakukan manuver otonom, mengidentifikasi target secara mandiri, dan menyesuaikan trajektori penerbangan berdasarkan data sensor dan radar.
"AI kami membuat rudal menjadi senjata pintar yang tak terbendung, bahkan oleh Iron Dome atau sistem Arrow Israel," kata Komandan IRGC Amir Ali Hajizadeh dalam wawancaranya dikutip dari theguardian.com, Minggu (8/3/2026).
Rudal Fattah-2, dengan kecepatan hingga Mach 15, diklaim menggunakan algoritma AI sederhana untuk path-planning dan menghindari jamming elektronik. Namun, analis militer internasional meragukan kemampuan ini.
Baca Juga: Profil Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Diklaim AS dan Israel Tewas Sekeluarga dalam Serangan Drone
Program AI Iran terhambat oleh sanksi internasional yang membatasi akses ke chip canggih dan data pelatihan besar, membuatnya jauh tertinggal dibandingkan superpower AI seperti AS dan China.
Tidak ada bukti konkret bahwa Iran menggunakan sistem AI kompleks seperti model large language (LLM) di medan perang, dan klaim ini lebih mirip propaganda daripada realitas teknis.
Dalam Operasi True Promise 4 yang sedang berlangsung sejak akhir Februari 2026, Iran telah meluncurkan ratusan rudal ke target di Israel dan pangkalan AS di Teluk, dilansir dari bbc.com, Minggu (8/3/2026).
Meski demikian, laporan dari Pentagon menyebut serangan rudal Iran telah menurun hingga 90?rkat serangan balik AS menggunakan AI untuk analisis target dan koordinasi strikes.
AS sendiri memanfaatkan AI dari perusahaan seperti Anthropic untuk mempercepat "kill chain" dalam serangan mereka.
Baca Juga: Khamenei Bebaskan 2.108 Napi, Tapi Peserta Kerusuhan Tak Dapat Ampun
Konflik ini semakin menyoroti peran AI dalam perang modern, di mana kedua pihak saling klaim keunggulan teknologi.
Namun, banjir video palsu berbasis AI tentang serangan rudal Iran juga menjadi isu, dengan banyak konten misinformation beredar di media sosial untuk memengaruhi opini publik.
Situasi di Timur Tengah tetap tegang, dengan potensi eskalasi lebih lanjut jika klaim teknologi ini terbukti atau gagal di lapangan. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS