Sejak 2011 Warga Bombana Ini Produksi VCO, Dijual hingga ke Jepang

Hir Abrianto

Reporter Bombana

Minggu, 03 April 2022  /  1:21 pm

VCO hasil olehan Rusli. Foto: Hir/Telisik

BOMBANA, TELISIK.ID - Pelaku usaha mikro di Bombana, Rusli, mengolah kelapa menjadi VCO (Virgin Coconut Oil) sejak tahun 2011, secara mandiri.

Kepada Telisik.id, Rusli menjelaskan, ia berfikir untuk menjadi pengolah VCO setelah beberapa kali mengikuti pelatihan pengolahan kelapa murni menjadi VCO secara profesional di Malang.

"Dua kali pergi ikuti pelatihan di Malang. Di sana saya betul-betul mendapatkan ilmu pengolahan VCO secara profesional yang bukan hanya untuk kebutuhan pribadi tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan pasar dari luar," ucap Rusli.

Dari hasil olahannya, VCO miliknya sudah berhasil terjual di Tasikmalaya, Makassar dan bahkan hingga ke Jepang dengan volume yang besar.

Baca Juga: Buruan, Auto2000 Buka Lowongan Kerja untuk SMA/SMK, Ini Syaratnya

Baca Juga: Blocks Mart, Galeri UMKM Pertama di Kendari

"Sudah ada langganan. Ini belum lama di Tasikmalaya, Makassar bahkan di Jepang sudah ada penjualan sampai di sana. Saat ini saya sementara kirim sampel ke Kanada, saya masih menunggu hasilnya apakah nanti juga akan minta (beli)," sebutnya.

VCO buatannya dijual dengan harga Rp 60.000 per liter. Kata Rusli, VCO olehannya dapat menghabiskan 9 buah kelapa untuk menghasilkan satu liter VCO.

"Saya beli kelapa dari masyarakat kemudian diolah. Setiap satu liter VCO menghabiskan sekitar 9 buah kelapa. Jadi kalau mau produksi banyak harus ada modal banyak untuk beli kelapa," pungkasnya. (C)

Reporter: Hir Abrianto

Editor: Haerani Hambali