Sentra Meohai Kendari Perkuat Program ATENSI dan Sekolah Rakyat di Wakatobi

Ana Pratiwi

Reporter

Rabu, 28 Januari 2026  /  12:32 pm

Sentra Meohai Kendari memperkuat pelaksanaan ATENSI dan Sekolah Rakyat di Wakatobi. Foto: Ist.

WAKATOBI, TELISIK.ID - Kementerian Sosial RI melalui Sentra Meohai Kendari, memperkuat pelaksanaan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dan Sekolah Rakyat di Kabupaten Wakatobi melalui kegiatan koordinasi dan sosialisasi Tahun Anggaran 2026, Senin (26/1/2026).

Kegiatan yang digelar di Kantor Dinas Sosial Wakatobi ini melibatkan sekitar 30 peserta dari unsur pemerintah daerah, pendamping sosial, pilar-pilar kesejahteraan sosial, hingga tokoh masyarakat.

Fokus utama koordinasi diarahkan pada penyelarasan program agar layanan ATENSI berjalan efektif, terintegrasi, dan tepat sasaran.

Kepala Sentra Meohai Kendari, Muhamad Gunawan menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program rehabilitasi sosial di daerah.

Terlebih, wilayah kerja Sentra Meohai mencakup lintas provinsi dan puluhan kabupaten/kota.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pemerintah daerah sekaligus memperkuat sinergi dengan pilar-pilar sosial agar program ATENSI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata Gunawan.

Ia menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Sosial Nomor 15 Tahun 2025, ATENSI merupakan layanan rehabilitasi sosial terpadu yang mencakup pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial, terapi fisik dan psikososial, hingga pelatihan vokasional dan kewirausahaan.

Baca Juga: Tegar Anak Nelayan Penderita Hidrosefalus di Konawe Terima Bantuan Perahu dari Sentra Meohai Kendari

“Sasaran ATENSI meliputi anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, korban perdagangan orang, korban penyalahgunaan NAPZA, ODHA, serta kelompok rentan lainnya,” ujarnya.

Gunawan juga memaparkan tiga mandat utama Kementerian Sosial RI, yakni perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, serta pemberdayaan sosial. Seluruh intervensi program, kata dia, berbasis pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan tepat sasaran.

“Pemutakhiran data bisa dilakukan melalui SIKS-NG, aplikasi Cek Bansos, ground check, call center 021-171, hingga layanan WhatsApp center,” tambahnya.

Untuk memperkuat koordinasi di lapangan, Sentra Meohai mengusulkan pembentukan grup WhatsApp yang melibatkan perangkat daerah hingga tingkat desa, TKSK, dan pendamping PKH.

Selain itu, kuota bantuan ATENSI reguler tetap fleksibel dan dapat disesuaikan dalam kondisi kedaruratan atau momen nasional tertentu.

Sementara itu, Pekerja Sosial Sentra Meohai Kendari, Jasman, memaparkan berbagai layanan rehabilitasi sosial yang tersedia, mulai dari terapi fisik, mental, dan psikososial hingga pelatihan vokasional seperti las, tata boga, penjahitan, tata rias, massage, shiatsu, dan agrowisata.

“Untuk mendorong kemandirian penerima manfaat, kami juga mengembangkan Sentra Kreasi ATENSI, seperti budidaya perikanan, pertanian terpadu, pengolahan pangan, hingga layanan berbasis komunitas seperti Mobil dan Kampung Setara,” jelas Jasman.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wakatobi, La Yijo, mengapresiasi kunjungan Sentra Meohai Kendari yang menjadikan Wakatobi sebagai kabupaten pertama yang dikunjungi pada tahun 2026.

Ia berharap Sekolah Rakyat dapat segera berjalan dengan memanfaatkan Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebagai lokasi sementara.

“Fasilitas pendukung seperti mushola, tempat makan, dan pos keamanan sudah tersedia. Untuk asrama, direncanakan menggunakan gedung Dispora yang akan terhubung langsung dengan SKB,” ujar La Yijo.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Wakatobi telah menjalankan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia dan penyandang disabilitas sejak uji coba tahun 2024–2025.

Selain itu, La Yijo mengusulkan agar Sentra Meohai terlibat dalam peringatan HUT Provinsi Sulawesi Tenggara dan Hari Disabilitas Internasional, serta menyelenggarakan pelatihan bahasa isyarat bagi SDM Dinsos Wakatobi.

Baca Juga: Sentra Meohai Kendari Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Bonggoeya

Dukungan penuh juga disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatobi, Nadar.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan program ATENSI dan Sekolah Rakyat sebagai program strategis nasional.

“Pemda akan memantau progres pelaksanaan melalui Dinas Sosial serta mendorong peran Karang Taruna dalam upaya penanggulangan kemiskinan,” kata Nadar.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, rombongan Sentra Meohai Kendari bersama Pemkab Wakatobi melakukan kunjungan lapangan ke calon lokasi Sekolah Rakyat Rintisan serta lokasi pembangunan Sekolah Rakyat seluas kurang lebih 8,9 hektare. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS