SMKN 1 Kendari Gandeng BNN Screening Narkoba bagi Siswa Baru, Orang Tua Beri Dukungan
Reporter
Jumat, 17 Juli 2026 / 10:08 pm
Pihak SMKN 1 Kendari usai tandatangan kesepakatan kerja sama antara orang tua siswa dan BNN didukung Polda Sultra, Jumat (17/7/2026). Foto: Erni Yanti/Telisik
KENDARI, TELISIK.ID – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kendari mulai menerapkan screening narkoba bagi peserta didik baru sebagai langkah preventif penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah.
Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan didukung Polda Sulawesi Tenggara dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kepala SMKN 1 Kendari, Rony, mengatakan keterlibatan BNN bertujuan memberikan edukasi sekaligus mendeteksi sejak dini potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa baru.
"Harapan kami semua anak-anak baik-baik saja, tetapi langkah proteksi tetap harus dilakukan melalui sosialisasi bersama BNN. Untuk tes urine, orang tua siswa juga telah menyepakati pelaksanaan screening mandiri di sekolah," ujarnya, di SMKN 1 Kendari, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Sekolah Rakyat 70 Kendari Bekali Siswa Hadapi Masa Depan dan Mandiri, Ini Metode yang Diterapkan
Menurut Rony, program tersebut mendapat respons positif dari orang tua siswa. Program ini direncanakan menjadi agenda rutin sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan bebas narkoba.
Selain menggandeng BNN, pihak sekolah juga melibatkan Polda Sultra untuk memberikan edukasi mengenai dampak bullying, kekerasan terhadap pelajar, hingga tawuran.
Materi yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap konsekuensi hukum maupun sosial dari berbagai bentuk kenakalan remaja.
Rony menegaskan, pencegahan perilaku negatif di kalangan pelajar membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, sekolah terus memperkuat koordinasi dengan kepolisian, komite sekolah, masyarakat, serta lembaga terkait.
"Kami juga mengimbau orang tua agar selalu memastikan anaknya benar-benar sampai di sekolah. Pengawasan dari keluarga sangat penting agar anak tidak terlibat dalam aktivitas negatif di luar sekolah," katanya.
Rony juga mengungkapkan rencana pengembangan asrama bagi siswa yang berasal dari luar Kota Kendari atau tinggal jauh dari sekolah. Namun, ini masih dalam tahap perencanaan dan akan disiapkan secara bertahap.
"Insya Allah ke depan kami mengupayakan ada tempat tinggal bagi siswa yang rumahnya jauh. Program ini masih dalam tahap perencanaan dan akan ditata secara bertahap," jelasnya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMKN 1 Kendari memperoleh kuota penerimaan sebanyak 504 siswa. Hingga saat ini jumlah peserta didik yang diterima mencapai lebih dari 480 orang.
Meski demikian, SMKan 1 Kendari masih membuka kesempatan bagi calon siswa yang belum memperoleh sekolah.
Baca Juga: Puluhan RKAB Tambang MLBB Terkendala Jaminan Reklamasi dan Belum Penuhi Syarat
"Kami masih membuka ruang bagi anak-anak yang belum memiliki tempat bersekolah untuk bergabung di SMK Negeri 1 Kendari," tutup Rony.
Sementara itu, salah seorang orang tua siswa, Nurmin, menyambut baik program screening narkoba dan sosialisasi yang diberikan kepada siswa baru.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keseriusan sekolah dalam menjaga keamanan dan masa depan peserta didik.
"Sebagai orang tua kami merasa lebih tenang setelah mendengar sosialisasi ini. Kami jadi tahu bahwa sekolah benar-benar serius menjaga anak-anak, dan kami juga diingatkan untuk terus mengawasi serta menjalin komunikasi dengan mereka saat berangkat maupun pulang sekolah," ujar Nurmin. (B)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS