Perjuangan Radhit Alrasya: Gagal Paskibraka hingga Lolos Gita Bahana Nusantara 2026

Erni Yanti, telisik indonesia
Jumat, 17 Juli 2026
0 dilihat
Perjuangan Radhit Alrasya: Gagal Paskibraka hingga Lolos Gita Bahana Nusantara 2026
Ld Radhit Alrasya pemuda asal Kabupaten Muna siap tampil di istana negara. Foto: Ist.

" Pemuda asal Kabupaten Muna itu justru bangkit dan berhasil mewujudkan impiannya menjadi wakil Sulawesi Tenggara (Sultra) "

MUNA, TELISIK.ID - Kegagalan pada kesempatan pertama tak membuat Ld Radhit Alrasya menyerah. Pemuda asal Kabupaten Muna itu justru bangkit dan berhasil mewujudkan impiannya menjadi wakil Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026.

Radhit terpilih sebagai anggota GBN 2026 setelah meraih nilai tertinggi putra kategori suara bass dengan skor 937 poin pada audisi tingkat Sulawesi Tenggara. Ia akan tampil pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2026, serta Konser Kemerdekaan Gita Bahana Nusantara di Taman Fatahillah.

"Perasaan saya campur aduk, sangat bangga dan tidak menyangka bahwa saya yang akan terpilih karena melihat teman-teman audisi lebih berpengalaman di bidang ini," kata Radhit kepada Telisik.id, Jumat (16/7/2026).

Perjalanan Radhit menuju panggung nasional tidaklah mudah. Ketertarikannya pada dunia paduan suara bermula saat masih menjadi anggota paduan suara SMAN 1 Raha yang kerap tampil pada upacara-upacara resmi di lingkungan pemerintah daerah.

Impian untuk tampil pada peringatan Hari Kemerdekaan di Istana Merdeka sebenarnya telah lama ia miliki. Awalnya, ia mencoba mewujudkannya melalui seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Namun, langkahnya terhenti setelah hanya menempati peringkat ketiga.

Tak ingin menyerah, Radhit kemudian mengikuti audisi Gita Bahana Nusantara 2025. Sayangnya, saat itu Sulawesi Tenggara tidak mengirimkan peserta kategori suara bass dan sopran karena tidak ada yang memenuhi standar penilaian.

Pengalaman tersebut menjadi motivasi baginya untuk berlatih lebih serius. Menjelang seleksi GBN 2026, Radhit mengikuti les vokal selama satu bulan dengan total 10 kali pertemuan.

Baca Juga: Siswi SMAN 2 Kendari Raih Prestasi Lewat Esai Etno-Matematika

Di luar jadwal latihan, ia mengasah kemampuan setiap hari, terutama membaca not angka, not balok, dan primavista yang menjadi salah satu materi penilaian terpenting.

"Primavista menjadi tantangan terbesar karena kami harus langsung membaca not yang belum pernah dilihat sebelumnya. Saya terus berlatih di rumah sampai akhirnya bisa membaca not di luar kepala," ujarnya.

Saat mengikuti audisi, Radhit mengaku sempat minder karena harus bersaing dengan penyanyi-penyanyi berpengalaman yang kerap mewakili gereja dalam ajang Pesparani maupun Pesparawi tingkat nasional. Meski demikian, ia terus membangun keyakinan dalam dirinya.

"Saya selalu berpikir, kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak bisa. Alhamdulillah saat tes primavista saya bisa membacanya dengan baik, bahkan diminta membaca hingga lima kali untuk memastikan kemampuan saya. Saya sangat kaget ketika diumumkan menjadi peraih poin tertinggi putra," ungkapnya.

Keberhasilan tersebut, menurut Radhit, tak lepas dari doa dan dukungan kedua orang tuanya, Serka Rahmad Saleh dan Suriati Azi, serta para guru dan teman-temannya yang terus memberikan semangat.

Bagi Radhit, tampil di Istana Merdeka bukan sekadar bernyanyi bersama putra-putri terbaik dari 38 provinsi, tetapi menjadi simbol perjuangan panjang yang akhirnya membuahkan hasil.

"Ini bukan hanya tentang mencapai nada tertinggi di atas panggung, tetapi tentang melaraskan perjuangan pribadi dengan semangat kemerdekaan Indonesia. Saya bangga bisa menjadi representasi Bumi Anoa," katanya.

Selama berada di Jakarta nanti, Radhit mengaku paling menantikan Konser Kemerdekaan Gita Bahana Nusantara pada 10 Agustus di Taman Fatahillah dan puncak peringatan HUT RI pada 17 Agustus. Ia akan mengenakan pakaian adat Muna sebagai identitas daerah yang diwakilinya.

Baca Juga: Seleksi Mandiri UHO Kendari Gelombang II Dibuka, Tersedia 19 Program Studi

Menjelang keberangkatan, ia terus mempersiapkan kemampuan membaca not balok, menjaga kondisi fisik, serta mengikuti latihan daring sebelum masa karantina. Ia bahkan menargetkan dapat tampil sebagai penyanyi solo pada Konser Kemerdekaan.

Radhit juga berpesan kepada generasi muda, khususnya di Kabupaten Muna, agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.

"Jangan gampang patah semangat. Saya dua kali mengikuti audisi hingga akhirnya berhasil lolos ke tingkat nasional. Walaupun saya tidak memiliki latar belakang musik dan belum pernah ikut lomba menyanyi, saya tetap bisa terpilih. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, teruslah belajar dari setiap kegagalan," pesannya.

Ke depan, Radhit berharap pengalaman sebagai anggota Gita Bahana Nusantara menjadi awal untuk terus mengembangkan kemampuannya di bidang musik dan mengharumkan nama Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, serta Indonesia melalui prestasi dan karya. (C)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga