Imigrasi Kendari Pertahankan Peringkat 1 Nasional, Program Desa Binaan Jangkau 57 Desa

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 17 Juli 2026
0 dilihat
Imigrasi Kendari Pertahankan Peringkat 1 Nasional, Program Desa Binaan Jangkau 57 Desa
Imigrasi Kendari kembali meraih peringkat pertama nasional melalui Program Desa Binaan Imigrasi di 57 desa. Foto: Ist.

" Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari kembali meraih peringkat pertama nasional "

KENDARI, TELISIK.ID - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari kembali meraih peringkat pertama nasional berkat konsistensi memperluas Program Desa Binaan Imigrasi hingga menjangkau 57 desa.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari kembali mencatatkan capaian nasional dalam pelaksanaan Program Desa Binaan Imigrasi. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 57 desa telah ditetapkan sebagai Desa Binaan Imigrasi yang tersebar di Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka.

Dari jumlah tersebut, 51 desa berada di Kabupaten Konawe, sedangkan enam desa lainnya berada di Kabupaten Kolaka. Pelaksanaan program didukung oleh delapan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), yang terdiri atas enam petugas di Konawe dan dua petugas di Kolaka.

Melalui program tersebut, petugas tidak hanya memberikan edukasi mengenai pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), tetapi juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat. Kegiatan itu di antaranya pengecatan fasilitas umum di desa binaan serta pemeriksaan kesehatan bagi warga.

Program Desa Binaan Imigrasi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan terhadap keberadaan orang asing di wilayahnya. Dalam pelaksanaannya, PIMPASA berkolaborasi dengan pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk menindaklanjuti berbagai persoalan keimigrasian yang muncul di desa binaan.

Baca Juga: Imigrasi Gandeng ITB Bangun Pagar Digital, Drone Patroli Disiapkan Awasi Jalur Ilegal Perbatasan

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kehadiran layanan keimigrasian yang lebih dekat dengan masyarakat.

"Desa Binaan Imigrasi tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga membangun kepedulian sosial dan memperkuat pengawasan berbasis masyarakat. Sinergi antara PIMPASA, pemerintah desa, serta aparat keamanan menjadi kunci dalam mencegah potensi pelanggaran keimigrasian," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, konsistensi pelaksanaan program tersebut turut mengantarkan Kantor Imigrasi Kendari meraih prestasi di tingkat nasional.

"Sejak tahun 2025 hingga pertengahan 2026, Kantor Imigrasi Kendari berhasil meraih peringkat pertama nasional sebagai satuan kerja paling aktif dalam pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi. Selain itu, pada tahun 2026, lima pegawai Imigrasi Kendari juga masuk dalam jajaran PIMPASA paling aktif dalam pelaporan kegiatan Desa Binaan Imigrasi," ungkapnya.

Baca Juga: Pembentukan Desa Binaan Imigrasi di Kolaka, Upaya Nyata Pencegahan TPPO, TPPM dan Pengawasan terhadap Keberadaan Orang Asing

Menurut Muhammad Novrian Jaya, capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat. Penguatan program akan terus dilakukan agar manfaat layanan keimigrasian dapat dirasakan hingga tingkat desa sekaligus mempertahankan predikat sebagai satuan kerja paling aktif secara nasional.

Pelaksanaan Program Desa Binaan Imigrasi juga selaras dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, melalui program "Imigrasi untuk Rakyat". Program tersebut menitikberatkan pada pelayanan yang inklusif, edukatif, serta penguatan fungsi pengawasan keimigrasian melalui partisipasi aktif masyarakat.

Dengan perluasan cakupan desa binaan dan kolaborasi bersama pemerintah desa serta aparat keamanan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari terus memperkuat upaya pencegahan pelanggaran keimigrasian sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengawasan terhadap aktivitas orang asing di lingkungan mereka. (D-Adv)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga