STIKes Pelita Ibu Kendari jadi Motor Kampus Bersinar, Teken Kerja Sama Anti Narkoba dengan BNN Sultra
Reporter
Jumat, 06 Februari 2026 / 4:06 pm
Ketua STIKes Pelita Ibu Kendari, Dr. Hj. Rosmawati Ibrahim (kiri) dengan Ketua Pemberdayaan Masyarakat BNN Prov. Sultra, Indrayani (kanan) saat penandatangan PKS. Foto: Ana Pratiwi/Telisik
KENDARI, TELISIK.ID - STIKes Pelita Ibu Kendari menegaskan komitmennya menjadi kampus bersih narkoba (Bersinar) melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan BNN Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN), melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Jumat (6/2/2026).
Kerja sama yang diteken di Aula STIKes Pelita Ibu itu menempatkan kampus kesehatan tersebut sebagai garda depan edukasi, deteksi dini, dan penguatan ketahanan remaja terhadap ancaman narkoba, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Ketua STIKes Pelita Ibu Kendari, Dr. Hj. Rosmawati Ibrahim, menegaskan kolaborasi ini menjadi bagian dari tanggung jawab institusi pendidikan kesehatan dalam melindungi generasi muda dan memastikan lulusan tenaga medis bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, peran kampus tidak hanya mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, tetapi juga berkarakter dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Implementasi P4GN akan diintegrasikan dalam kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Baca Juga: Audit Mutu Internal STIKes Pelita Ibu Kendari Catat Peningkatan Kinerja hingga 20 Persen
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Sultra, Indrayani, yang mewakili Kepala BNN Sultra Brigjen Pol Adri Irniadi, menyebut perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Kejahatan narkotika adalah kejahatan luar biasa yang bersifat terorganisir dan lintas negara. Penanganannya harus dilakukan secara serius untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data revisi Indeks Kawasan Rawan Narkoba (IKRN) 2025, Sulawesi Tenggara masih menghadapi tantangan besar.
Di Kota Kendari, kawasan seperti Kampung Salo dan Gunung Jati masih berada dalam status bahaya narkoba.
Melalui kerja sama ini, mahasiswa STIKes Pelita Ibu didorong mengambil peran strategis sebagai agen deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga pasien, edukator P4GN dalam setiap penyuluhan kesehatan, serta role model tenaga medis yang bersih dari narkoba.
BNN Sultra juga menekankan agar perjanjian kerja sama tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi diwujudkan dalam program nyata seperti tes urine berkala, sosialisasi kampus, dan integrasi materi P4GN dalam kurikulum.
Sinergi ini diharapkan memperkuat posisi STIKes Pelita Ibu Kendari sebagai pusat edukasi kesehatan yang aktif dalam gerakan pencegahan narkoba di Sulawesi Tenggara. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS