Tak Ada Prabowo, Putin Kumpul Semua Pemimpin ASEAN di Kazan Rusia
Reporter
Kamis, 18 Juni 2026 / 1:06 pm
Prabowo absen, Putin kumpulkan pemimpin ASEAN di Kazan membahas kerja sama ekonomi kawasan. Foto: Repro Kemensesneg
KAZAN, TELISIK.ID - Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia–ASEAN di Kazan dengan menghadirkan para pemimpin negara Asia Tenggara untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi dan politik kawasan.
Pertemuan ini berlangsung tanpa kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang sebelumnya dijadwalkan mengikuti agenda tersebut di Rusia. Meski demikian, forum tetap berjalan dengan fokus utama memperluas kemitraan strategis antara Rusia dan ASEAN.
KTT tersebut berlangsung pada Rabu 17 Juni 2026 dan menjadi bagian dari agenda diplomasi Rusia dengan kawasan Asia Tenggara. Forum ini juga mempertemukan para pemimpin ASEAN dalam rangka memperkuat hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Dalam forum bisnis yang digelar di sela KTT, Presiden Vladimir Putin menegaskan komitmen Rusia untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara Asia Tenggara. Ia menyoroti peluang kerja sama di sektor perdagangan, investasi, dan industri.
“Saya yakin pertemuan ini akan menciptakan peluang baru untuk memperluas perdagangan, investasi, dan kerja sama industri yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat dialog langsung antara komunitas bisnis kita,” kata Putin, sebagaimana dikutip dari Associated Press, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: 10 Kementerian Ramai-ramai Minta Tambahan Anggaran 2027 ke Prabowo
Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga membahas penguatan kemitraan strategis Rusia dengan negara-negara ASEAN. Ia menyebut forum itu menandai 35 tahun hubungan kerja sama kedua pihak.
ASEAN dalam forum ini mencakup Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam. Para delegasi turut membahas isu global dan regional, termasuk komitmen terhadap tatanan dunia multipolar berbasis hukum internasional dan Piagam PBB.
Di sela kegiatan, Putin melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin ASEAN. Di antaranya Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, serta Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Dalam salah satu pertemuan, Marcos mengundang Putin untuk menghadiri KTT ASEAN di Manila pada November mendatang sebagai bagian dari penguatan hubungan diplomatik kedua pihak.
Baca Juga: Heboh Purbaya Disebut Laporkan Puan Korupsi SDA Ratusan Triliun, Ini Klarifikasi Komdigi
Pada jamuan resmi delegasi, Putin kembali menegaskan prinsip hubungan internasional yang dipegang Rusia. Ia menyampaikan, “setiap negara memiliki model pembangunan masing-masing tanpa tekanan eksternal,” sebagai penegasan sikap Rusia terhadap kedaulatan negara dan non-intervensi.
Pertemuan di Kazan juga menjadi ruang pembahasan kerja sama ekonomi, termasuk sektor energi. Sejumlah negara ASEAN dilaporkan meningkatkan impor atau menunjukkan ketertarikan terhadap minyak mentah Rusia di tengah dinamika pasar energi global.
Selain agenda dengan ASEAN, Putin juga menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan untuk membahas penguatan hubungan kedua negara di tengah perubahan dinamika geopolitik internasional. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS