Tak Ingin Mengemis, Nenek Ini Tegar Jualan Sapu Lidi di Pinggir Jalan

Wa Ode Umratul Khazanah

Reporter

Rabu, 13 Oktober 2021  /  5:51 pm

Nenek ini bertahan hidup dengan berjualan sapu lidi di pinggir jalan. Foto: Wa Ode Umratul Khazanah/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Siti Nurhidayat (63), seorang nenek atau wanita tua memenuhi kebutuhan hari-harinya dengan berjualan sapu lidi di pinggir jalan.

Wanita kelahiran NTT ini mengaku, sudah berjualan sapu lidi sejak ditinggal pergi oleh sang suami, demi mencukupi kebutuhan hidupnya.

"Saya mulai jualan begini, itu sejak dua tahun yang lalu, sejak suami saya meninggal beberapa bulan sebelum Pandemi," katanya kepada Telisik.id, Rabu (13/10/2021).

Saat ini, Siti tinggal bersama satu orang anak dan dua orang cucunya di kompleks pemulung di kawasan Kantor BPK Kendari.

Ia mengaku, sapu lidi yang ia jual adalah hasil bauatan tangannya sendiri yang dibantu oleh anaknya yang juga seorang janda.

"Ini sapu saya buat sendiri, lidinya saya pesan langsung dari Wawonii," tambahnya.

Baca juga: Kisah Pedagang Cendol Bertahan Hidup di Tengah Pandemi, Kadang Nihil Pembeli

Baca Juga: Akibat Pandemi, Pedagang Ini Beralih Profesi Jadi Pemulung

Meski tak banyak untung, dari penjualan inilah Siti bisa bertahan hidup.

"Ya, walaupun tidak banyak, tapi alhamdulillah, cukup untuk kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Meski demikian, Siti tak ingin hidup mengemis iba dari orang lain. Ia merasa tubuhnya masih kuat untuk bekerja.

"Saya tidak mau mengemis, saya duduk di sini ada barang jualan yang saya tawarkan, bukan mengemis," ujarnya.

Usia yang semakin tua, juga hidup yang serba kekurangan, tidak membuat Siti berpangku tangan. Ia mengaku, sejak kecil sudah terbiasa dengan kerja keras. (B)

Reporter: Wa Ode Umratul Khazanah

Editor: Fitrah Nugraha