Dikbud Sultra Perkuat Pencegahan Bullying Lewat Program Psychology Education di Sekolah
Erni Yanti, telisik indonesia
Rabu, 11 Februari 2026
0 dilihat
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Aris Badara saat diwawancarai awak media, Rabu (11/2/2026). Foto: Erni Yanti/Telisik
" Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat upaya pencegahan bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah melalui pelaksanaan program psychology education di satuan pendidikan "

KENDARI, TELISIK.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat upaya pencegahan bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah melalui pelaksanaan program psychology education di satuan pendidikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Sultra, Aris Badara, menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap persoalan bullying dan kekerasan yang melibatkan peserta didik.
Menurutnya, sebagian besar kasus yang muncul selama ini dapat diselesaikan dengan pendekatan persuasif.
“Kasus yang terjadi umumnya bisa ditangani dengan baik melalui pendekatan pembinaan dan komunikasi,” ujar Aris kepada telisik.id, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga: 73 Bintara Remaja Ditsamapta Polda Sultra Digembleng Jalan Kaki 13 Kilometer
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan psikolog dan dalam waktu dekat akan menggelar program psychology education di sekolah-sekolah.
Program ini bertujuan memberikan edukasi psikologis, pendampingan mental, serta penguatan karakter siswa agar mampu mencegah praktik perundungan dan kekerasan sejak dini.
Selain pendampingan di sekolah, tim dari Dikbud Sultra juga turun langsung ke lapangan dengan mengunjungi rumah siswa yang diduga terdampak bullying.
Aris memaparkan bahwa Langkah ini dilakukan untuk memberikan atensi khusus kepada siswa dan orang tua, sekaligus memastikan kondisi psikologis anak tetap terjaga.
Sebagai upaya pencegahan lainnya, pihaknya telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh sekolah terkait pembatasan dan pemanfaatan telepon genggam (handphone) di lingkungan sekolah.
Peran guru wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK) juga terus diperkuat sebagai garda terdepan dalam pengawasan dan pembinaan peserta didik.
Memasuki tahun 2026, Dikbud Sultra juga telah melakukan pemetaan potensi intoleransi, bullying, dan kekerasan di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Kobaran Api Hanguskan 4 Bangunan dan Panggang 3 Ekor Kucing di Kendari
"Pemetaan ini menjadi langkah antisipasi dini sekaligus dasar penyusunan kebijakan lanjutan agar penanganan dapat dilakukan secara lebih terarah dan sistematis," ujar Aris.
Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Tenggara, Dikbud Sultra turut menyiapkan pembangunan sistem berbasis web untuk pendataan siswa yang memiliki fobia, intoleransi, maupun alergi tertentu.
Data tersebut nantinya akan diinput melalui guru Bimbingan Konseling dan pihak sekolah sebagai bagian dari sistem data digital pendidikan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Aris berharap lingkungan sekolah di Sulawesi Tenggara semakin aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik, sekaligus mampu mencegah terjadinya kasus bullying dan kekerasan secara berkelanjutan. (C)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS