Tetap Ikut Gerak Jalan Meski Ibu Wafat, Pemerintah Siapkan Beasiswa untuk Alif
Reporter
Minggu, 16 Agustus 2026 / 7:06 pm
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim saat berkunjung ke rumah Alif. Foto: Ist.
BAUBAU, TELISIK.ID – Keteguhan hati salah seorang peserta Gerak Jalan Indah (GJI) di Kota Baubau, Alif, saat suasana duka keluarga mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Baubau.
Alif, siswa SMPN 13 Baubau, tetap memilih mengikuti lomba GJI meski pada saat yang sama mendapat kabar bahwa ibunya telah meninggal dunia. Di tengah rasa kehilangan yang begitu mendalam, Alif tetap menyelesaikan tanggung jawabnya bersama regu barisannya.
Camat Sorawolio, Muslimin, menuturkan bahwa setelah kisah Alif viral di media sosial, Wali Kota Baubau bersama Sekda dan sejumlah pejabat lainnya langsung mengunjungi rumah Alif.
Ia menjelaskan, Alif merupakan anak yatim piatu dari delapan bersaudara. Ayahnya telah meninggal dunia beberapa tahun lalu, dan kini ibunya juga telah wafat.
Baca Juga: Puluhan Anggota Paskibraka Kota Baubau Tahun 2026 Dikukuhkan
"InsyaAllah akan ada beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Kota. Saat berkunjung, Wali Kota dan Sekda juga memberikan uang pribadi kepada Alif," ungkap Muslimin kepada telisik.id, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, ibu Alif meninggal dunia bersamaan dengan hari ia mengikuti gerak jalan yang star pada pagi hari. Saat itu, rombongan gerak jalan sudah melewati Batalyon, namun Alif tetap memilih mengikuti kegiatan karena keberadaannya dibutuhkan oleh regu.
"Jam setengah enam pagi ibunya meninggal di RS Palagimata Baubau. Sudah baku lewat di Batalyon, tapi dia tetap ikut gerak jalan karena barisan kurang kalau dia tidak ikut," katanya.
Kisah tersebut kemudian diketahui Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, yang langsung mengunjungi Alif di rumahnya. Dalam kunjungannya, Yusran didampingi Sekda Kota Baubau, Kadis Sosial dan Tenaga Kerja, Plt Kalaksa BPBD Kota Baubau, Kadis Damkar dan Penyelamatan, serta Camat Sorawolio.
Yusran menyampaikan rasa bangga sekaligus keprihatinannya atas keteguhan dan semangat yang ditunjukkan Alif.
Menurutnya, keputusan Alif untuk tetap mengikuti kegiatan bukan berarti mengabaikan kedukaan yang dialaminya. Sebaliknya, hal tersebut menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar terhadap teman-teman dalam regunya.
"Ini luar biasa. Dalam kondisi seperti itu, dia masih punya semangat dan rasa tanggung jawab terhadap barisannya. Ini patut kita apresiasi," ungkapnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Baubau akan memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan Alif. Yusran menginstruksikan agar Alif diusulkan mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Baubau.
Selain itu, pemerintah juga akan mengupayakan pengusulan bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH), mengingat Alif dan saudara-saudaranya kini telah kehilangan kedua orang tua.
Yusran berharap anak-anak almarhumah tetap melanjutkan pendidikan dan tidak kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
"Harapan saya, anak-anak almarhumah tetap melanjutkan pendidikan. Pemerintah akan berupaya membantu melalui beasiswa pendidikan sehingga mereka tetap bisa sekolah dan mengejar cita-citanya," harapnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan keteladanan yang ditunjukkannya, Alif juga akan diundang menghadiri malam resepsi kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Baubau pada Senin malam (17/8/2026) di Pantai Kamali. (B)
Penulis: Elfinasari
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS