Unik: Suku Matis di Amazon Brasil Mampu Menangkap Belut Listrik dengan Tangan Kosong

Merdiyanto , telisik indonesia
Minggu, 16 Agustus 2026
0 dilihat
Unik: Suku Matis di Amazon Brasil Mampu Menangkap Belut Listrik dengan Tangan Kosong
Jeremy Wade (kiri) takjub melihat Bushy (kanan) memegang belut listrik yang masih hidup pakai tangan kosong. Foto: Repro Dokumenter River Monster

" Di tengah hutan belantara Amazon di wilayah Terra Indigena Vale do Javari, negara bagian Amazonas, Brasil, hidup suku Matis atau dikenal sebagai orang jaguar karena hiasan wajah mereka "

JAKARTA, TELISIK.ID - Di tengah hutan belantara Amazon di wilayah Terra Indigena Vale do Javari, negara bagian Amazonas, Brasil, hidup suku Matis atau dikenal sebagai orang jaguar karena hiasan wajah mereka.

Suku ini memiliki keahlian luar biasa yang membingungkan banyak orang luar, dimana anggota suku mampu memegang belut listrik hidup dengan tangan kosong tanpa mengalami luka bakar atau cedera serius.

Belut listrik (genus Electrophorus) dapat menghasilkan sengatan hingga 600–860 volt.

Tegangan setinggi itu cukup untuk melumpuhkan mangsa, mengguncang tubuh manusia, bahkan dalam kasus ekstrem menyebabkan gangguan pernapasan atau serangan jantung.

Namun, dalam dokumenter River Monsters bersama Jeremy Wade, seorang pria Matis bernama Bushy terlihat memegang belut listrik yang masih hidup selama beberapa menit, dilansir dari reddit.com, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga: Unik: Kucing Hitam Jadi Petugas Keamanan di Museum Jepang

Wade yang terkejut mencatat bahwa tidak ada tanda luka bakar di tangan Bushy, meski ikan itu terus bergerak dan bergetar.

Menurut pengamatan, keahlian ini kemungkinan besar berasal dari pengetahuan tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Suku Matis sudah lama mengenal habitat dan perilaku belut listrik di sungai-sungai dangkal serta rawa. Mereka tahu kapan ikan tersebut sudah melemah setelah mengeluarkan muatan listrik berulang, atau cara memegangnya agar risiko sengatan minimal.

Belut listrik juga menjadi salah satu ikan favorit, terutama di kalangan perempuan suku ini, sebagai sumber protein.

Sejarah mencatat bahwa penduduk asli Amazon sejak lama memiliki cara cerdas menghadapi makhluk ini.

Alexander von Humboldt pada awal abad ke-19 pernah menyaksikan teknik tradisional, menggiring kuda ke kolam berisi belut listrik agar ikan-ikan itu mengeluarkan muatan hingga lelah, baru kemudian ditangkap dengan tangan.

Baca Juga: Unik: Beruang Terperangkap di Atas Tiang Listrik

Suku Matis tampaknya mengembangkan pemahaman serupa melalui pengalaman hidup sehari-hari di hutan.

Suku Matis sendiri relatif baru bersentuhan dengan dunia luar sekitar tahun 1970-an. Mereka dikenal dengan tatauin atau tato wajah, tusukan bambu di wajah menyerupai kumis jaguar, serta keahlian berburu menggunakan sumpit beracun curare.

Populasi mereka relatif kecil, dan wilayahnya termasuk salah satu yang paling terpencil serta dilindungi di Brasil.

Keahlian memegang belut listrik ini bukan sekadar kekebalan ajaib, melainkan bukti adaptasi dan kearifan lokal yang mendalam terhadap lingkungan.

Bagi orang luar, tindakan itu tampak berbahaya dan hampir mustahil. Bagi suku Matis, itu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari di sungai Amazon yang penuh tantangan. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga