Tradisi Kasambu-sambu Perkuat Identitas Budaya Masyarakat Buton
Reporter
Minggu, 29 Maret 2026 / 1:58 pm
Tradisi Kasambu-sambu yang berlangsung di Kelurahan Kolese, Kota Baubau. Foto: Ist
BAUBAU, TELISIK.ID - Masyarakat Kelurahan Kolese, Kecamatan Lea-Lea, Kota Baubau kembali melaksanakan tradisi Kasambu-sambu dalam nuansa adat yang kental. Tradisi warisan leluhur ini terus dijaga kelestariannya di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.
Kasambu-sambu merupakan pesta adat tradisional masyarakat Kelurahan Kolese, Kota Bau-bau yang bermakna "saling menyuapi". Tradisi ini dilakukan dengan menyuapkan makanan kuliner tradisional Buton yang diletakkan di atas talang (talam) sebagai wujud rasa syukur, silaturahmi, dan kekeluargaan, yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri.
Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam, memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Kolese dalam merawat budaya lokal. Ia menilai, tradisi Kasambu-sambu bukan sekadar kegiatan makan bersama, tetapi juga menjadi simbol penguatan karakter masyarakat Buton.
“Tradisi ini mengandung nilai Pooma-maasiaka (saling menyayangi), Poangkat ngkataka (saling menyegani), dan Pomae-maeaka (saling menjaga harga diri). Di sini, kita duduk setara dalam balutan adat Pobinci-binci Kuli, tanpa sekat antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut mencerminkan falsafah hidup masyarakat Buton yang menjunjung tinggi kebersamaan, penghormatan, dan kesetaraan sosial.
Selain memiliki nilai sakral, Pemerintah Kota Baubau juga melihat potensi besar tradisi Kasambu-sambu sebagai daya tarik wisata budaya, khususnya di Kecamatan Lea-Lea.
Ia berharap, kegiatan adat ini dapat dikembangkan secara profesional guna menarik wisatawan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal tanpa mengurangi makna dan kesakralannya.
Baca Juga: Kerap Dapat Pelanggan Nakal, PSK Cantik Ini Sewa Apartemen hingga Pakai Jasa Pengawal Pribadi
La Ode Darus Salam juga berpesan kepada generasi muda agar tetap menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai identitas yang tidak boleh luntur.
“Jangan biarkan identitas kita hilang. Kenali tradisimu, banggalah dengan bahasamu dan lestarikan adatmu,” tegasnya.
Tradisi Kasambu-sambu menjadi bukti bahwa masyarakat Buton tetap teguh mempertahankan nilai-nilai budaya sebagai bagian dari jati diri, sekaligus memperkuat persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. (C)
Penulis: Elfinasari
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS