Trik Main Game Para Bocil saat Sunat, Hilangkan Rasa Takut

Aris Syam

Reporter

Rabu, 23 Maret 2022  /  4:45 pm

Salah satu anak yang asik main game online Free fire saat disunat. Foto: Aris Syam/Telisik

KONAWE,TELISIK.ID - Untuk menghilangkan rasa takut dan grogi, puluhan Anak (Bocil) di Kelurahan Lambuya asik bermain Gadget bahkan bermain game online saat proses disunat.

Kegiatan sunat masal gratis ini merupakan program dari Asosiasi Kepala Puskesmas (Kapus) se-Kabupaten Konawe yang dilaksanakan di Balai Kelurahan Lambuya Kabupaten Konawe, Rabu (23/3/2022).

Dari pantauan Telisik.Id, para anak yang sedang dalam proses sunat tersebut terlihat,  mata mereka sudah tertuju pada layar Handphone (HP), entah itu menonton video di youtube atau bermain game online.

Bahkan, dengan aktivitas yang mereka lakukan ini, tak jarang mereka mengalami ketakutan atau menangis karena sudah fokus di HP, sehingga orang tua tidak terlalu khawatir kepada anaknya.

Sebut saja Rifal (11), saat proses penyuntikan ia masih fokus bermain game online Free Fire, namun sesekali ia merasa kesakitan, namun hanya sebentar saja dan melanjutkan gamenya itu.

Baca Juga: Ratusan Bocil Disunat Gratis, Cara Bersedekah Ala Asosiasi Kapus Konawe

Ditambah lagi, Ibu Rifal yang sibuk mengipas anaknya itu agar tidak kepanasan, membuat Rifal menikmati proses main gamenya sambil disunat.

"Dia sudah begitu dari dulu, kalau sudah main game itu, fokus saja tidak hiraukan yana lain," kata Ibu Rifal.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Busel Marak Terjadi

Hal sama dirasakan, Edi, meskipun ia sempat tidak merasakan kesakitan saat penyuntikan dan pemotongan, karena keasyikan menonton video di HP,  namun pada saat penjahitan, tiba-tiba ia sontak berteriak dan menangis.

Ternyata, penyebabnya karena Edi sempat melirik ke arah dokter yang sedang sibuk menjahit proses sunatnya, sehingga ia ketakutan.

"Mungkin dia takut, makanya dia langsung menangis, tapi setelah itu dia tenang mi lagi sambil main HP, sampai selesai disunat," jelas Nur. (B)

Reporter: Aris Syam

Editor: Kardin